BAIT.ID – Volatilitas harga komoditas global kembali membayangi sektor perkebunan di Kaltim. Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) pada paruh pertama Desember menjadi alarm bagi para petani sawit akan tingginya sensitivitas pendapatan mereka terhadap fluktuasi pasar Crude Palm Oil (CPO) dunia.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa koreksi harga TBS di tingkat lokal merupakan dampak langsung dari melemahnya harga CPO dan inti sawit (kernel). Sebagai komponen utama pembentuk harga di level pabrik, penurunan kedua komoditas ini secara otomatis menekan margin pendapatan petani, khususnya mereka yang sangat bergantung pada hasil panen harian.
Data terbaru menunjukkan performa harga CPO berada di kisaran Rp13.000-an per kg. Untuk kernel masih bertahan di level Rp11.000-an per kg.Serta indeks K justru tercatat berada di bawah angka 90 persen.
Secara teknis, harga TBS tertinggi masih didominasi oleh tanaman usia produktif (di atas sembilan tahun). Hal ini mencerminkan korelasi positif antara umur tanaman dengan kualitas rendemen yang dihasilkan, yang menjadi variabel penentu dalam penetapan harga.
Kemitraan sebagai Instrumen Mitigasi RisikoMenyikapi tekanan pasar ini, Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong penguatan skema kemitraan antara petani dan Pabrik Kelapa Sawit (PMS). Kemitraan dinilai bukan sekadar instrumen administratif, melainkan strategi mitigasi risiko untuk menjaga stabilitas harga di tingkat hulu.
“Melalui kerja sama yang transparan, petani mendapatkan jaminan harga yang sesuai dengan standar pemerintah, sekaligus terlindungi dari praktik spekulasi harga oleh tengkulak yang kerap merugikan petani swadaya,” ujar Muzakkir.
Pemerintah berharap pola kemitraan plasma dapat diperluas guna memperkuat posisi tawar petani. Dengan integrasi yang lebih kuat dalam rantai pasok industri, petani diharapkan tidak lagi berada di posisi rentan saat pasar global mengalami kontraksi, sehingga kesejahteraan sektor rumah tangga perkebunan di daerah dapat tetap terjaga secara berkelanjutan. (csv)








