Tutup Tahun 2025, Andi Harun Ingatkan Pemkot Samarinda Bersiap Hadapi Tantangan 2026

Rabu, 24 Desember 2025
Wali Kota Samarinda, Andi Harun meminta agar pelayanan dasar ditingkatkan. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Koordinasi di lingkungan Pemkot Samarinda. (istimewa)

BAIT.ID – Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kota Samarinda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terakhir untuk tahun anggaran 2025 di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Selasa 23 Desember 2025. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni penutup, melainkan ajang evaluasi kritis sekaligus peringatan bagi seluruh jajaran OPD untuk mengencangkan ikat pinggang di tahun mendatang.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang memimpin langsung rapat tersebut, memberikan catatan khusus mengenai performa pembangunan sepanjang 2025. Bersama Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri dan Sekda Hero Mardanus, ia membedah capaian serta kekurangan yang masih membayangi kinerja pemerintah kota.

Baca juga  Pemprov Kaltim Kurangi Kegiatan di Hotel, Gunakan Fasilitas Sendiri untuk Efisiensi Anggaran

Pesan utama yang ditekankan Andi Harun adalah kesiapan mental dan manajerial dalam menghadapi tahun 2026. Ia mengisyaratkan bahwa kondisi tahun depan tidak akan normal seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga strategi pengelolaan keuangan daerah harus dirombak.

“Kita akan menghadapi situasi yang tidak mudah. Penghematan dan belanja prioritas kini menjadi keharusan, bukan lagi pilihan,” tegas Andi Harun di hadapan para kepala OPD, Camat, hingga jajaran direksi BUMD.

Baca juga  Pemkot Samarinda dan Pertamina Sepakat Perkuat Jaminan Energi Warga

Meski menuntut efisiensi anggaran yang ketat, ia mewanti-wanti agar kualitas pelayanan publik tidak ikut merosot. Penghematan harus dilakukan secara selektif tanpa mengorbankan sektor-sektor vital.

Di tengah rencana pengetatan anggaran, Andi Harun memberikan jaminan bahwa sektor fundamental seperti pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh jajaran Pemkot Samarinda untuk tetap solid dan kreatif dalam bekerja meski berada dalam keterbatasan ruang gerak finansial.

Baca juga  Lepas dari Jerat Tambang: Kaltim Intip Resep PAD Rp20 Triliun ala Jawa Timur

“Pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan harian masyarakat tidak boleh terganggu dalam kondisi apa pun,” pungkasnya.

Melalui rakor ini, Pemkot Samarinda berharap ada kesamaan visi di antara seluruh perangkat daerah. Fokusnya memastikan transisi menuju tahun 2026 berjalan efektif, efisien, dan tetap berorientasi pada kepentingan warga Samarinda. (csv)

Bagikan