Unmul Dorong Inovasi Teknologi Lingkungan untuk Pembangunan Nasional

Jumat, 17 Oktober 2025
Rektor Universitas Mulawarman, Prof Abdunnur

BAIT.ID – Universitas Mulawarman (Unmul) menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak inovasi teknologi ramah lingkungan di kawasan tropis. Komitmen itu diwujudkan melalui Seminar Nasional Rekayasa Tropis (Semnasretro) 2025 yang digelar Fakultas Teknik Unmul bersama Pertamina EP Sangatta Field.

Acara ini menarik ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, peneliti, akademisi, hingga praktisi industri. Forum tahunan ini menjadi ruang bertemunya gagasan dan hasil riset terbaru, khususnya yang berfokus pada inovasi hijau dan rekayasa tropis.

Rektor Unmul, Prof. Abdunnur, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan teknologi yang tidak hanya mengejar kemajuan industri, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga  Samarinda Gelar Ekspos IKLH 2025: Kualitas Udara Membaik, Penertiban Sungai Diperketat

“Melalui seminar ini kami ingin menunjukkan bahwa Unmul sebagai kampus di daerah tropis mampu melahirkan inovasi yang berdampak. Inovasi yang berorientasi pada kemajuan teknologi, sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya alam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semangat rekayasa tropis yang menjadi ciri khas Unmul sejalan dengan visi universitas untuk mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis potensi dan tantangan lingkungan tropis. Abdunnur berharap, hasil seminar ini dapat menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah dan dunia industri dalam memperluas penerapan teknologi adaptif dan berkelanjutan.

Baca juga  Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru, Pemprov Kaltim Fokus Benahi Jalur Distribusi

“Diharapkan melalui forum ini lahir kolaborasi dan ide-ide konkret yang bisa diterapkan, baik oleh pemerintah daerah, dunia industri, maupun masyarakat, untuk mewujudkan pembangunan nasional yang hijau dan berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim, Fitriansyah, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempercepat lahirnya solusi inovatif untuk isu lingkungan dan energi.

“Kaltim punya potensi besar dalam pengembangan teknologi tropis dan energi hijau. Melalui sinergi dengan perguruan tinggi seperti Unmul, kita bisa mempercepat transfer teknologi dan penerapan riset yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Fitriansyah.

Baca juga  Gerakan Pangan Murah Samarinda Diserbu Warga, Banyak Sembako Ludes dalam Hitungan Jam

Melalui Semnasretro 2025, Unmul tak sekadar menjadi penyelenggara kegiatan ilmiah. Kampus ini mempertegas posisinya sebagai pusat pengembangan teknologi lingkungan tropis yang selaras dengan prinsip green engineering dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inovasi yang lahir dari kampus ini diharapkan mampu mendukung pembangunan nasional yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. (csv)

Bagikan