Wali Kota Samarinda Soroti Ketahanan Penahan Benturan Tongkang di Proyek Dermaga Baru

Rabu, 5 November 2025
Pihak konsultan teknis memaparkan rencana pembangunan penahan benturan di Teras Samarinda dan Pelabuhan sandar ponton di Harapan Baru. (istimewa)

BAIT.ID – Pemkot Samarinda kembali mematangkan rencana pengembangan kawasan tepian Sungai Mahakam. Review Detail Engineering Design (DED) Dermaga Harapan Baru dan konsep breasting dolphin Teras Samarinda 2026. Wali Kota Andi Harun menegaskan pentingnya aspek keselamatan dan kekuatan konstruksi pelabuhan, terutama penahan benturan kapal tongkang.

Rapat yang digelar di Balai Kota pekan lalu itu menghadirkan konsultan perencana untuk memaparkan rancangan teknis, termasuk rencana anggaran biaya. Proyek mencakup pembangunan pos jaga, kantor operasional, pagar pembatas, ruko komersial, hingga infrastruktur teknis pelabuhan seperti breasting dan mooring dolphin, sheet pile, catwalk, serta penataan pedestrian.

Baca juga  Pemangkasan TKD Bisa Hambat Pembangunan Samarinda

Andi menyatakan persetujuan terhadap konsep desain dan perhitungan anggaran, meski mengingatkan bahwa pengerjaannya akan dilakukan bertahap bergantung pada kemampuan keuangan daerah. “Prinsip saya, desain dan angkanya sudah tepat. Semoga tahun 2026 anggaran bisa mencukupi agar pembangunan bisa segera direalisasikan,” kata Andi Harun.

Namun dalam penegasan berikutnya, Andi memberi perhatian khusus pada rancangan breasting dolphin, struktur penahan benturan yang akan menjadi pengaman utama dermaga dan kapal tongkang yang bersandar. Ia meminta perhitungan teknis dilakukan lebih cermat, terutama terkait kemampuan menahan beban benturan ponton berkapasitas besar di Sungai Mahakam.

Baca juga  Perkuat Kemandirian Fiskal, Pemkot Samarinda Matangkan Proyek Pelabuhan Multipurpose

“Perlu dihitung kemampuan maksimal daya bentur kapal ponton, terutama yang berukuran sampai 370 ton. Jangan sampai biaya besar dikeluarkan, tapi strukturnya tidak mampu menahan tekanan,” ujarnya.

Menurut Andi, standar material dan rekayasa konstruksi tidak boleh dikompromi. Ia mencontohkan perbedaan karakter elastisitas antara jembatan kayu dan konstruksi beton atau baja yang wajib rigid menahan tekanan lingkungan.

Baca juga  Ekspansi Bisnis Perumdam Dapat Catatan Wali Kota, RKAP 2026 Diminta Disempurnakan

“Dermaga ini bukan hanya soal tampilan fisik, tapi soal ketahanan yang bisa diuji. Proyek ini milik pemerintah, maka standar kekuatan harus dipenuhi,” tutur dia.

Andi menekankan bahwa seluruh tahapan desain harus mengedepankan efisiensi, keamanan, dan manfaat bagi publik. Pemkot, kata dia, ingin memastikan transformasi tepian sungai berlangsung modern, terukur, dan aman bagi aktivitas pelayaran. (csv)

Bagikan