Warga Selili Dihantui Ancaman Banjir, DPRD Samarinda Desak Pelebaran Drainase dan Pembangunan Kolam Retensi

Senin, 5 Oktober 2026
Agenda reses yang digelar anggota DPRD Samarinda, Suparno. Dalam forum tersebut warga Selili menyuarakan kondisi banjir di kawasan mereka.

BAIT.ID — Warga Kelurahan Selili dan Sambutan mengeluhkan ancaman banjir yang kerap merendam permukiman setiap hujan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Menanggapi persoalan itu, anggota DPRD Samarinda Suparno mendorong percepatan pelebaran drainase lingkungan serta wacana pembangunan kolam retensi (folder) guna mengoptimalkan laju aliran air menuju Sungai Mahakam.

Keluhan tersebut diserap Suparno dalam agenda reses yang digelar di Giazima Resto and Cafe, Minggu, 4 Oktober 2026. Meskipun saat ini wilayah tersebut masih terpantau aman dari genangan, warga menilai potensi banjir tetap menghantui seiring mendekatnya musim penghujan. “Sekarang memang masih aman karena kemarau. Tapi kalau hujan, air selalu meluber dan membuat banjir,” ujar Madi, perwakilan warga Selili RT 23.

Baca juga  DPRD Samarinda Desak Pemilik Usaha Sediakan Lahan Parkir Sendiri

Menanggapi aspirasi tersebut, Suparno menyatakan bahwa pelebaran drainase merupakan salah satu langkah mendesak yang harus segera direalisasikan. Kendati demikian, pengerjaan di tingkat jalan lingkungan masih berjalan bertahap dan kerap terkendala lebar akses jalan yang terbatas.

Menurutnya, pelebaran saluran air di kawasan permukiman berisiko mempersempit badan jalan yang ada. Oleh karena itu, sinergi dan persetujuan dari masyarakat setempat menjadi kunci agar proyek infrastruktur tersebut dapat berjalan tanpa merugikan aksesibilitas warga.

Baca juga  Hasil Reses DPRD Samarinda Harus Diakomodasi dalam Pembangunan Daerah

Selain kapasitas saluran, Suparno juga menyoroti kompleksitas jalur aliran air yang membentang dari kawasan SPBU Sambutan hingga bermuara ke Sungai Mahakam melewati Kelurahan Selili. Berdasarkan pantauannya, laju air kerap terhambat akibat alur anak sungai yang berkelok serta maraknya alih fungsi bantaran oleh bangunan warga.

Kondisi tersebut menyebabkan debit air meluap ketika hujan deras, sementara drainase lingkungan gagal menampung volume air secara optimal. Guna mengatasi masalah tersebut, Ketua DPD PAN Samarinda ini menilai penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pelebaran parit, melainkan membutuhkan kajian komprehensif bersama Pemerintah Kota Samarinda.

Baca juga  Salah Kaprah Data Desil Ancam Hak Bantuan Warga Miskin Samarinda

“Salah satu gagasan yang dapat diwacanakan adalah pembangunan satu folder atau kolam retensi di kawasan tersebut untuk menahan sementara limpasan air sebelum mengalir ke Sungai Mahakam,” pungkasnya. (csv)

Bagikan