Waspada! Kipas Radiator Elektrik Mati Bisa Bikin Mesin Overheat

Selasa, 4 November 2025
Kipas radiator harus dipastikan tetap berfungsi jika tidak ingin merembet jadi kerusakan pada mesin. (istimewa)

BAIT.ID – Pada mobil modern, baik bermesin bensin maupun diesel, penggunaan extra fan atau kipas radiator elektrik sudah menjadi standar. Selain efisien, jenis kipas ini juga tidak membebani putaran mesin karena bekerja mengandalkan sistem kelistrikan.

Namun, seperti komponen lainnya, kipas radiator elektrik tetap punya usia pakai dan bisa mengalami kerusakan seiring waktu. Jika kipas ini mati, konsekuensinya tidak bisa dianggap sepele. “Karena tidak ada kipas radiator tambahan, maka suhu air radiator akan terus naik,” ujar Davin, pemilik bengkel Elika Automotive Performance di Bursa Otomotif Sunter (BOS), Jakarta Utara.

Baca juga  Cara Tepat Cek Volume Oli Mesin Motor Bekas Lewat Dipstik

Kipas radiator elektrik biasanya akan menyala otomatis ketika temperatur mesin mencapai kisaran 90 derajat Celsius. Fungsinya jelas, membuang panas dari cairan radiator agar suhu mesin tetap stabil.

Jika kipas gagal menyala dan temperatur terus merangkak naik, risiko paling fatal adalah overheat. Kondisi ini bisa merusak berbagai komponen penting mesin dan menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Baca juga  Advan Luncurkan Workplus Air, Laptop Tipis dengan Performa Kelas Premium

Maka dari itu, bila indikator suhu mesin mulai naik tidak wajar, segera cek apakah kipas radiator bekerja atau tidak. Jika ternyata mati, lakukan perbaikan atau langsung ganti komponen bila diperlukan.

Jangan tunggu sampai mesin benar-benar overheat. Kipas radiator mati memang terlihat sepele, tapi dampaknya bisa jadi fatal. (csv)

Bagikan