BAIT.ID – Marvel Studios resmi membuka tirai untuk salah satu proyek paling ditunggu di Fase 6 Marvel Cinematic Universe (MCU). Teaser trailer Wonder Man akhirnya dirilis dan langsung bikin heboh jagat maya. Serial yang akan tayang perdana di Disney+ mulai Januari 2026 ini dibintangi Yahya Abdul-Mateen II dan menjanjikan kisah superhero dengan nuansa metanaratif yang segar, lengkap dengan gemerlap dunia Hollywood.
Dalam cuplikan berdurasi singkat itu, Yahya berperan sebagai Simon Williams, seorang aktor Hollywood yang mendadak terjebak dalam kehidupan superhero sungguhan. Kisah makin menarik saat sutradara legendaris Von Kovak (diperankan Zlatko Burić) kembali ke kursi penyutradaraan lewat proyek ambisius: film Wonder Man — film superhero fiksi yang justru menjadi kenyataan bagi sang tokoh utama.
Trailer juga menampilkan adegan wawancara online dengan Kovak yang secara blak-blakan menyinggung fenomena “superhero fatigue” isu hangat di dunia hiburan saat ini. Di situlah alasan Kovak membuat ulang kisah Wonder Man diungkap, menyuntikkan kritik sosial ke dalam dunia MCU yang selama ini lekat dengan aksi spektakuler.
Sinopsis awal menyebut serial ini sebagai “surat cinta untuk dunia perfilman, akting, dan Hollywood itu sendiri.” Simon akan bertransformasi menjadi Wonder Man sembari bergulat dengan gemerlap dan tekanan industri hiburan.
Di balik layar, Wonder Man digarap oleh nama-nama besar. Destin Daniel Cretton, kembali ke semesta Marvel, kali ini sebagai sutradara sekaligus produser eksekutif. Ia berkolaborasi dengan Andrew Guest (Brooklyn Nine-Nine, Community) sebagai showrunner. Perpaduan gaya sinematik Cretton dan sentuhan komedi cerdas Guest menjanjikan nuansa baru di MCU: satir, glamor, sekaligus emosional.
Deretan pemain pun tak kalah gemerlap. Selain Yahya, ada Demetrius Grosse, Byron Bowers, dan Lauren Glazier. Para penggemar lama Marvel juga akan disuguhi kembalinya Ben Kingsley sebagai Trevor Slattery (Iron Man 3, Shang-Chi) dan Arian Moayed sebagai agen P. Cleary (Spider-Man: No Way Home), memperkuat benang merah serial ini dengan jagat MCU yang lebih luas.
Dari tampilannya, Wonder Man menjanjikan sesuatu yang berbeda dari serial Marvel sebelumnya seperti WandaVision atau Loki. Alih-alih sekadar aksi heroik, serial ini menghadirkan komentar tajam tentang industri hiburan itu sendiri, dibalut visual memukau dan humor tajam. “Serial ini bukan hanya tentang aksi, tapi juga tentang bagaimana kita melihat pahlawan di layar dan di dunia nyata,” ujar Cretton dalam wawancara dengan Entertainment Weekly.
Sebagai bagian dari Fase 6 MCU, Wonder Man diharapkan jadi jembatan menuju kisah-kisah besar Multiverse Saga. Dengan karisma Yahya Abdul-Mateen II yang sukses mencuri perhatian lewat Aquaman dan Watchmen serial ini punya semua elemen untuk menjadi tontonan wajib di awal 2026. (csv)








