BAIT.ID – Wajah pelayanan publik di Kaltim sepanjang tahun 2025 rupanya masih diwarnai banyak rapor merah. Ombudsman RI Perwakilan Kaltim mencatat, isu kesejahteraan pegawai di Berau hingga pungutan “berkedok” wisuda di sekolah-sekolah negeri menjadi dua persoalan yang paling menyedot perhatian publik.
Salah satu kasus yang paling mencolok adalah aduan dari 130 CPNS Jabatan Fungsional di Dinas Kesehatan Berau. Mereka mempersoalkan kebijakan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 80 persen yang dinilai menabrak aturan hukum.
Tak hanya urusan perut pegawai, sektor pendidikan juga tak luput dari radar pengawasan. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltim, Mulyadin, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menginvestigasi prosedur penggalangan dana di tingkat SMA dan SMK Negeri. “Maraknya biaya wisuda dan acara perpisahan yang dibebankan kepada wali murid menjadi alarm bagi kami. Kami melakukan Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS) untuk membedah prosedur penggalangan dana ini,” tegas Mulyadin, Senin 22 Desember 2025.
Hingga pengujung Desember 2025, total ada 188 laporan masyarakat yang masuk ke meja Ombudsman. Dari sekian banyak sektor, masalah kepegawaian dan infrastruktur menjadi bidang yang paling banyak dikeluhkan warga.Meski tumpukan laporan cukup banyak, Mulyadin mengklaim pihaknya bergerak cepat.
“Sebanyak 161 laporan atau sekitar 85,64 persen sudah berhasil kami selesaikan. Sisanya, 27 laporan, masih dalam tahap pemeriksaan intensif,” tambahnya.
Data Ombudsman juga mengungkap penyakit lama birokrasi masih menjamur. Jenis maladministrasi yang mendominasi seperti apatis terhadap warga ada 81 laporan, terkait petugas yang tidak memberikan pelayanan.Kemudian prosedur berbelit dilaporkan sebanyak 74 laporan. Pelanggaran hukum sebanyak 42 laporan dan terkait penundaan berlarut ada 22 laporan.
Secara geografis, instansi di level Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi sasaran kritik utama dengan 137 laporan. Menariknya, warga Samarinda tercatat sebagai yang paling berani bersuara dengan 71 laporan, disusul ketat oleh warga Berau dengan 69 laporan. (csv)








