Wawancara Calon Dirut BUMD Kaltim Berlangsung Bertahap, Hasilnya Kelar Akhir Agustus

Rabu, 20 Agustus 2025
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji

BAIT.ID – Proses wawancara calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mulai digelar. Setiap kandidat yang lolos seleksi dipanggil satu per satu untuk diuji visi dan rencana pengembangan usaha.

Wawancara berlangsung sejak Rabu 20 Agustus 2025 pukul 10.30 WITA, khusus untuk 12 nama calon direktur utama dari empat BUMD. Masing-masing berasal dari PT Kaltim Melati Bhakti Satya, PT Migas Mandiri Pratama, PT Ketenagalistrikan Kaltim, serta PD Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera.

Baca juga  Kebuntuan Pokir Kaltim: DPRD Bersikukuh pada Hasil Pansus, TAPD Minta Perampingan

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, coba menjelaskan perihal tersebut dihadapan jurnalis. Ia menyebut bahwa proses wawancara ini tidak bisa diselesaikan dalam satu hari. “Wawancaranya bertahap. Pak Gubernur mewawancarai satu per satu kandidat. Karena itu, prosesnya bisa memakan waktu beberapa hari,” ucapnya.

Menurut Seno, paling lambat akhir Agustus nanti, nama calon direktur utama di tiap BUMD akan mengerucut menjadi satu. Penilaian utama, lanjutnya, terletak pada sejauh mana visi kandidat realistis dalam menghidupkan usaha BUMD agar berkontribusi nyata bagi daerah. “Yang pasti, tidak ada intervensi politik dalam proses ini,” tegasnya.

Baca juga  Sasar Celah Regulasi, LBH Samarinda Siap Gugat Program UKT Gratis Pemprov Kaltim

Salah satu kandidat, Aji Mohammad Abidharta dari PT Kaltim Melati Bhakti Satya, mengungkapkan bahwa visi dan rencana kerja menjadi poin utama dalam sesi wawancara. Gubernur Rudy juga meminta kandidat memaparkan rancangan bisnis, mulai dari proyeksi kontribusi ke kas daerah hingga tata kelola yang siap dijalankan.

“Fokusnya bukan sekadar angka, tapi juga bagaimana BUMD bisa berdaya saing dan bersinergi dengan program pemerintah,” ujar Abidharta.

Baca juga  Transisi Energi di Kaltim Harus Berkeadilan, Jangan Tinggalkan Masyarakat Lokal

Dengan proses yang dilakukan bertahap, publik diharapkan dapat melihat hasil seleksi yang lebih matang dan sesuai kebutuhan daerah. (csv)

Bagikan