Teka-teki Struktur Beringin Kaltim: Menanti “Lampu Hijau” dari Slipi

Rabu, 7 Januari 2026
M. Husni Fahruddin, Kader Golkar Kaltim

BAIT.ID – Enam bulan pasca-Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kaltim, gerbong kepengurusan partai berlambang pohon beringin di Benua Etam tersebut masih menjadi teka-teki. Hingga memasuki awal 2026, nakhoda terpilih Rudy Mas’ud belum kunjung mengumumkan barisan kabinetnya untuk periode 2025–2030.

Sinyalemen yang berkembang menyebutkan bahwa bola panas pembentukan struktur kini sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar di Slipi, Jakarta.

Mantan Sekretaris DPD Golkar Kaltim periode 2020-2025, M. Husni Fahruddin, mengonfirmasi bahwa tim formatur sebenarnya telah menuntaskan tugas mereka. Daftar nama potensial yang akan mengisi pos-pos strategis sudah disodorkan ke pusat untuk mendapatkan restu akhir.

Baca juga  Interupsi di Paripurna, Darlis Minta Pemprov Tidak Ambil Kebijakan Baru Saat APBD Dibahas

“Tinggal menunggu persetujuan DPP dan penyesuaian dengan struktur daerah lain. Dalam waktu dekat bakal terbit, insyaallah sebelum Januari berakhir,” ujar pria yang akrab disapa Ayub ini saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Meski Musda pada Juli 2025 lalu mengamanatkan pembentukan struktur maksimal dalam tiga bulan, Ayub menepis isu adanya “kerikil” dalam internal partai yang menghambat proses tersebut. Menurutnya, keterlambatan ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang bersifat formal dan menyeluruh secara nasional.

Baca juga  Musda XI Golkar Kaltim Beri Ruang Budaya, Cermin Strategi Politik Baru

“Enggak ada hambatan internal. Ini murni tahapan formal organisasi yang tidak bisa dilangkahi. Musda Golkar ini beneran, bukan musda-musdaan,” tegasnya.

Penyusunan struktur kali ini kabarnya dilakukan dengan filter yang sangat ketat. Di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud, Golkar Kaltim tampaknya tak ingin gegabah dalam menempatkan kader di posisi vital. Rekam jejak dan loyalitas tanpa syarat menjadi indikator utama dalam seleksi kali ini.

Baca juga  Jembatan Mahulu Masih Gelap, Pemprov Kaltim Akui Terbentur Anggaran

“Tiap posisi strategis tidak dihuni sembarang orang. Yang ditunjuk jelas yang punya rekam jejak bagus. Jadi, kami di daerah dalam posisi menunggu keputusan final dari DPP,” tambah Ayub menutup pembicaraan.

Kini, publik dan internal kader hanya bisa menunggu hingga akhir Januari. Akankah struktur baru ini membawa wajah-wajah segar atau tetap mempertahankan barisan lama untuk menjaga stabilitas politik Golkar di Kaltim menuju kontestasi mendatang. (csv)

Bagikan