Jaga Stabilitas Birokrasi, Wali Kota Samarinda Segera Isi Kekosongan Jabatan Strategis

Senin, 6 April 2026
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

BAIT.ID – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan komitmennya untuk segera merombak struktur birokrasi guna mengisi sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang saat ini mengalami kekosongan. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas kinerja pemerintahan dan optimalisasi pelayanan publik di lingkungan Pemkot Samarinda tetap berjalan maksimal.

Kekosongan sejumlah posisi krusial ini dipicu oleh adanya pergeseran pejabat, salah satunya promosi Neneng Chamelia Shanti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, yang meninggalkan posisi Kepala Inspektorat.

Baca juga  Wawali Samarinda Dorong Percepatan Revitalisasi TPA Sambutan

Andi Harun merinci sejumlah instansi vital yang saat ini dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) dan menjadi prioritas pengisian, di antaranya, Inspektorat Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Asisten I Sekretariat Kota dan Sekretaris Dewan (Sekwan). “Beberapa JPT yang kosong segera harus kita isi. Ada Kepala Dinas Pendidikan, Perkim, Inspektorat, Asisten Satu, hingga Sekretaris Dewan,” ujar Andi Harun kepada awak media.

Baca juga  Dua Penggawa Borneo FC Resmi Dipanggil Timnas: Nadeo dan Christophe Siap Beraksi di Jeda Internasional

Dalam proses pengisian jabatan ini, Pemkot Samarinda akan menerapkan dua pendekatan utama. Pertama rotasi abatan Ditujukan bagi pejabat yang sudah memenuhi syarat masa jabatan tertentu guna penyegaran organisasi. “Jika memungkinkan, kita lakukan pergeseran dalam rangka penyegaran tugas. Beberapa pejabat memang sudah cukup waktunya untuk mendapatkan suasana kerja yang baru,” jelas Wali Kota.

Pemkot juga menerapkan manajemen talenta, metode ini mengedepankan penilaian kinerja objektif dan pemetaan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

Baca juga  Pemkot Samarinda Bahas Penanganan Banjir di Samarinda Utara dan Loa Janan Ilir

Andi Harun menekankan bahwa seluruh penataan birokrasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada warga Samarinda. Ia berharap, melalui penempatan figur yang tepat pada posisi yang tepat, inovasi dan kinerja birokrasi dapat dipacu lebih cepat.

“Semuanya diarahkan untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Efektivitas pemerintahan sangat bergantung pada komposisi pimpinan di setiap perangkat daerah,” pungkasnya. (csv)

Bagikan