Urai Kepadatan Kota, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Relokasi Pelabuhan ke Palaran

Sabtu, 9 Mei 2026
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu

BAIT.ID – Pemkot Samarinda mulai serius terhadap rencana pemindahan aktivitas pelabuhan dan distribusi logistik dari pusat kota menuju kawasan Palaran. Langkah strategis ini diambil menyusul rencana pembangunan terminal multipurpose yang diproyeksikan sebagai pusat logistik baru di Kota Tepian.

Relokasi ini diprioritaskan untuk mengurai benang kusut kepadatan kendaraan berat di jalur protokol. Selama ini, truk kontainer yang melintasi pusat kota kerap memicu kemacetan dan risiko kecelakaan. Selain itu, pemindahan ini sejalan dengan ambisi pemkot untuk menata kawasan tepian Sungai Mahakam sebagai ruang publik dan paru-paru kota.

Baca juga  Pemkot Samarinda Tunjuk Neneng Chamelia Jadi Sekda Lewat Manajemen Talenta

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengonfirmasi bahwa aktivitas pelabuhan di Jalan Yos Sudarso akan sepenuhnya digeser ke Palaran. Tidak hanya pelabuhan, kawasan pergudangan di Jalan Ir. Sutami juga masuk dalam skema relokasi tersebut. “Ke depan, aktivitas pergudangan juga akan direlokasi ke Palaran karena keberadaannya di pusat kota sudah tidak lagi ideal,” ujar Manalu dalam keterangannya baru-baru ini.

Menurutnya, jika pusat logistik sudah terpusat di Palaran, pemkot akan menerapkan regulasi ketat terkait dimensi kendaraan yang masuk ke jantung kota. Kendaraan besar seperti kontainer akan dilarang melintas, sehingga hanya kendaraan kecil yang diperbolehkan beroperasi di area perkotaan.

Baca juga  Menuju Puncak Klasemen: Borneo FC Genjot Intensitas Latihan demi Misi Juara

Saat ini, Dishub Samarinda bersama instansi lintas sektor tengah melakukan studi mendalam untuk menentukan titik koordinat pelabuhan baru. Setidaknya ada lima alternatif akses jalan dan tiga opsi pembangunan jeti (dermaga) yang sedang dikaji secara teknis.

Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Distrik Navigasi, hingga praktisi pelayaran. Aspek krusial seperti kedalaman alur sungai, kapasitas dermaga, hingga kelayakan jalur navigasi menjadi parameter utama dalam penentuan lokasi.

Baca juga  Kontribusi PAD Perumda Varia Niaga Disorot, Pansus LKPj Kritisi Skema Kerja Sama Pihak Ketiga

“Pembahasannya masih pada tahap penentuan titik lokasi serta akses jalan yang paling sesuai untuk mendukung aktivitas pelabuhan nantinya,” tambah Manalu.

Relokasi pusat logistik ini juga menjadi bagian dari teka-teki besar pengembangan kawasan segmen sungai. Lahan-lahan yang ditinggalkan nantinya direncanakan untuk mendukung keberlanjutan proyek Teras Samarinda pada tahap berikutnya.

Kendati demikian, pemkot belum merilis estimasi total anggaran yang dibutuhkan untuk mega proyek ini. Besaran investasi masih bergantung pada hasil finalisasi lokasi dermaga dan spesifikasi teknis akses jalan yang akan dibangun. (csv)

Bagikan