Bursa Pilwali Samarinda Memanas: Gerindra-Golkar-NasDem Segera Ambil Start, PDIP Pilih Main Cantik

Senin, 21 September 2026
Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis

BAIT.ID – Di tengah ketidakpastian jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akibat belum tuntasnya revisi Undang-Undang Pemilu di tingkat pusat, tensi politik di Kota Samarinda mulai memanas. Sejumlah partai politik mulai bermanuver dan menyingkap tabir figur yang diproyeksikan bertarung memperebutkan kursi Wali Kota Tepian.

Partai Gerindra menjadi kekuatan politik pertama yang secara terbuka memasang kuda-kuda. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pertengahan Juni lalu, partai besutan Prabowo Subianto ini resmi menyodorkan nama Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, untuk masuk dalam gelanggang kontestasi.

Baca juga  Seno Aji Beri Sinyal Bersih-Bersih Internal: Kader Pasif Silakan Minggir!

Dua bulan berselang, Partai Golkar menyusul mengambil langkah strategis. Musyawarah Daerah (Musda) Partai Beringin Samarinda pada Agustus lalu mengukuhkan Andi Satya Adi Saputra sebagai Ketua DPD, sekaligus memproyeksikannya masuk dalam bursa pencalonan Wali Kota Samarinda.

Tak ingin ketinggalan kereta, Partai NasDem menyengat pada September ini dengan memajukan nama Saefuddin Zuhri. Figur ini disiapkan guna melanjutkan keberlanjutan duet politik Andi Harun–Saefuddin Zuhri pada periode mendatang.

Di saat partai-partai pesaing sibuk mengumbar nama, PDI Perjuangan memilih kalkulasi politik berbeda. Partai berlogo banteng moncong putih ini enggan terburu-buru mengumumkan figur yang akan diberi tiket rekomendasi.

Baca juga  Bursa Ketua DPD II Golkar Samarinda Memanas, Musda Ditetapkan 8 Agustus: Andi Satya Sinyalkan Kesiapan

Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa mengejar momentum elektoral semata bukanlah prioritas utama partainya saat ini. PDIP memilih fokus memperkuat fondasi di akar rumput melalui kerja-kerja kerakyatan. “Berpartai itu bukan semata-mata persoalan elektoral atau mengejar kemenangan pemilu, melainkan bagaimana kita bekerja nyata untuk rakyat,” ujar Ananda, Senin, 21 September 2026.

Baca juga  Bahlil Teken SK Pengurus Golkar Kaltim 2025-2030 Besutan Rudy Mas'ud

Menurut Ananda, tingkat elektabilitas yang solid hanya dapat dibangun melalui kerja politik yang linear dengan kebutuhan warga. Sikap ini sejalan dengan instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang mewajibkan seluruh kader untuk turun langsung menyerap aspirasi di tingkat bawah.

Meski belum memunculkan figur secara resmi, PDIP memastikan mesin politiknya tetap berakselerasi. Konsolidasi internal kini digenjot hingga level anak ranting, beriringan dengan pemetaan awal serta penyiapan infrastruktur saksi untuk mengamankan suara pada hari pencoblosan. (csv)

Bagikan