Perdana di Kaltim, RS Primecare Samarinda Tangani Bedah Rekonstruksi Neovagina

Rabu, 30 September 2026
Pelayanan kesehatan anyar hadir di Kaltim, khususnya di Rumah Sakit Primecare Samarinda. dr. Setyawan Nurtanio menjelaskan operasi Neovagina yang pertama hadir di Bumi Etam.

BAIT.ID – Layanan medis di Kaltim mencatatkan capaian baru di bidang rekonstruksi organ reproduksi dan kesehatan dasar panggul wanita. Rumah Sakit (RS) Primecare Samarinda sukses memfasilitasi prosedur bedah rekonstruksi neovagina pertama di Kaltim untuk menangani kasus kelainan kongenital (bawaan lahir) yang langka.

Prosedur medis kompleks ini ditangani langsung oleh pakar Uroginekologi Rekonstruksi dan Estetik, dr. Setyawan Nurtanio, M.Biomed, Sp.O.G, Subsp. Urogin RE.

Tindakan neovagina merupakan bedah pembentukan saluran vagina akibat gangguan perkembangan organ reproduksi sejak dalam kandungan. Secara medis, prevalensi kasus kelainan bawaan ini diperkirakan terjadi pada 1 dari 4.000 hingga 5.000 kehamilan.

Setyawan menjelaskan, intervensi bedah dilakukan setelah melalui penegakan diagnosis yang presisi serta pemeriksaan fisik dan penunjang secara mendalam. “Begitu kasus teridentifikasi, evaluasi klinis menunjukkan tindakan operasi harus segera dilakukan. Ini merupakan tindakan neovagina pertama di Kaltim sejak saya menyelesaikan pendidikan spesialisasi. Kesiapan fasilitas serta kelengkapan instrumen medis khusus di RS Primecare Samarinda menjadi faktor penentu kelancaran prosedur ini,” ujar Setyawan saat ditemui pada Selasa, 29 September 2026.

Baca juga  Kinerja BLUD Kaltim Membaik, DPRD Tekankan Perbaikan Pelayanan Rumah Sakit

Dalam kesempatan tersebut, Setyawan turut meluruskan persepsi publik yang kerap mengidentikkan subspesialisasi uroginekologi rekonstruksi sekadar dengan tindakan estetika atau penyempitan organ intim. Ia menegaskan, cakupan ilmu Uroginekologi Rekonstruksi berfokus pada pemulihan anatomi, perbaikan fungsi organ dasar panggul, serta mengembalikan kualitas hidup pasien secara holistik.

Spektrum gangguan dasar panggul wanita sendiri cukup luas, mulai dari prolaps uteri (turun peranakan), inkontinensia urine (gangguan menahan buang air kecil), disfungsi buang air besar. Selain itu bisa juga akibat trauma jaringan pascapersalinan atau kecelakaan dan anomali anatomi bawaan lahir.

Baca juga  Nasib Jaminan Kesehatan 83 Ribu Warga Kaltim Terombang-ambing di Tengah Polemik Anggaran

“Kondisi-kondisi tersebut umumnya tidak bersifat mengancam nyawa secara langsung, namun berpotensi menurunkan kualitas hidup, mengganggu aktivitas harian, serta memengaruhi aspek psikologis dan hubungan suami istri,” jelasnya.

Keberhasilan rekonstruksi neovagina tidak hanya bergantung pada tahapan pembedahan, melainkan juga pada protokol perawatan pascaoperasi (post-operative care). Mengingat lokasi pembedahan berada di area sensitif yang berdekatan dengan saluran eksresi, pencegahan risiko infeksi menjadi prioritas utama.

Baca juga  Gratispol Mulai Bergulir, Perguruan Tinggi Kaltim Diminta Naikkan Standar Pendidikan

Setyawan menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani evaluasi berkala dan kontrol klinis yang dijadwalkan pada minggu pertama, minggu kedua, bulan pertama, hingga bulan ketiga pascatindakan.

Pasien juga diimbau untuk menjaga higienitas area operasi, membatasi aktivitas fisik berat seperti mengangkat beban, serta mengatur pola makan untuk mencegah pembentukan feses keras yang memicu tekanan saat buang air besar.

Hadirnya fasilitas bedah rekonstruksi dan penanganan uroginekologi terpadu di Samarinda ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan reproduksi subspesialistik bagi masyarakat Kaltim tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah maupun luar negeri. (csv)

Bagikan