Kementerian Perhubungan Kucurkan Bantuan Anggaran, Samarinda Siap Bangun Layanan Bus BTS

Rabu, 7 Oktober 2026
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu

BAIT.ID — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan sistem angkutan umum berbasis Buy The Service (BTS) di Kota Tepian. Bantuan dari pemerintah pusat ini menjadi pijakan Pemkot Samarinda untuk menghadirkan transportasi massal teratur dan mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa Kemenhub akan mengucurkan stimulus pembiayaan operasional penuh selama tiga tahun pertama. “Kami sudah mendapat lampu hijau terkait nota kesepahaman (MoU) yang harus dipersiapkan mengenai handover. APBN memberikan stimulus pembiayaan selama tiga tahun, dan setelahnya baru menjadi tanggung jawab penuh Pemkot Samarinda,” ujar Manalu, belum lama ini.

Baca juga  Borneo FC: Kolektivitas Tanpa Batas Sang Penguasa Takhta

Berbeda dari angkutan konvensional yang mengetem, bus BTS Kemenhub ini akan beroperasi ketat sesuai jadwal dan interval kedatangan. Armada bus juga dilengkapi pendingin udara (AC), CCTV, pengemudi berseragam, serta aksesilibitas khusus disabilitas seperti pintu ramp di setiap trayek.

Untuk mendukung kenyamanan pengguna, sistem transportasi ini menerapkan integrasi penuh. Seperti adanya jaringan layanan yang dirancang melayani 7 trayek utama dan 6 trayek pengumpan (feeder) yang saling terhubung dari kawasan permukiman ke pusat kota.

Baca juga  Pemkot Samarinda Setujui Peminjaman Lahan untuk Sentra Ternak Domba

Kemudian untuk sistem pembayaran menerapkan nontunai melalui perangkat Tap On Bus (TOB) dan pemantauan posisi bus secara real-time via aplikasi. Sementara untuk tarif, diusulkan sebesar Rp2.500. Penumpang yang berpindah dari bus feeder ke bus utama tidak perlu membayar biaya tambahan.

Saat ini Pemkot Samarinda tengah menyelesaikan tahapan administrasi dan teknis agar operasional BTS bantuan Kemenhub ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat. “Pola ini disiapkan agar jaringan angkutan umum dapat digunakan secara praktis dari kawasan permukiman hingga jalur utama kota,” pungkasnya. (csv)

Baca juga  Museum Samarendah Sepi Pengunjung, Koleksi Minim Jadi Sorotan

Bagikan