BAIT.ID – Faktor kebugaran dan kelelahan menjadi momok menakutkan bagi Borneo FC Samarinda. Mengarungi jadwal kompetisi yang kian mencekik, fisik para penggawa Pesut Etam tampak kedodoran hingga akhirnya harus bertekuk lutut dan merelakan tiga poin berharga saat melakoni laga tandang kontra Java United, Minggu, 11 Oktober 2026 lalu.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, tidak menampik bahwa padatnya kalender pertandingan sangat menggerogoti stabilitas performa timnya. Sebelum melakoni duel sengit di Semarang, armada Pesut Etam harus bertolak ke Thailand untuk bertarung di ajang regional, ASEAN Club Championship 2026/27. “Kami harus jujur bahwa perjalanan jauh dan jadwal ketat sedikit banyak menggerus performa pemain di lapangan. Kendati demikian, saya tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dan mentalitas yang ditunjukkan anak-anak,” tegas Mauro.
Perjalanan antarnegara yang melelahkan serta minimnya waktu recovery terbukti mengikis ketahanan fisik skuat Pesut Etam ketika kembali terjun di kancah domestik.
Enggan menjatuhkan kambing hitam kepada para pemainnya, juru taktik asal Portugal tersebut memilih untuk langsung pasang badan dan fokus menatap evaluasi. Setibanya di Samarinda, jajaran staf pelatih dijadwalkan langsung menguliti rekaman pertandingan guna menambal celah taktis dan memperbaiki kelemahan yang terlihat.
“Evaluasi menyeluruh bakal segera kami lakukan. Kami akan membedah setiap kekurangan agar tim ini bisa langsung bangkit di laga berikutnya,” tambah Jeronimo.
Hasil minor di markas Java United ini menjadi sinyal peringatan keras bagi skuat Pesut Etam untuk segera membenahi kedalaman skuat dan rotasi pemain, demi menjaga asa tetap berada di jalur perburuan gelar juara BRI Super League 2026/27. (csv)








