Samarinda Jajaki Investasi Taksi Listrik, Kajian Kebutuhan dan Manfaat Jadi Penentu

Selasa, 20 Oktober 2026
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menerima tawaran investasi transportasi listrik. Rencana ini masih perlu dikaji dan ditimbang untuk kepentingan publik yang lebih luas. (istimewa)

BAIT.ID – Rencana pengembangan taksi listrik di Samarinda mulai dijajaki Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Vingroup. Namun, peluang investasi transportasi berbasis listrik itu masih berada pada tahap penjajakan dan memerlukan kajian sebelum dapat direalisasikan.

Pembahasan peluang kerja sama tersebut berlangsung dalam audiensi yang diterima Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Balai Kota Samarinda, Senin, 19 Oktober 2026. Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, serta Miss Ji selaku Direktur Investasi Vingroup.

Dalam pertemuan tersebut, Vingroup menyampaikan ketertarikannya menjajaki investasi jangka panjang di Samarinda, khususnya pada sektor transportasi umum berbasis listrik. Salah satu opsi yang dibicarakan ialah pengembangan layanan taksi listrik.

Baca juga  Job Fair Samarinda Harus Hasilkan Lapangan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Agenda Tahunan

Meski menyambut peluang tersebut, Saefuddin menegaskan bahwa rencana investasi tidak bisa hanya bertumpu pada pengembangan teknologi. Pemkot perlu memastikan kesesuaian proyek dengan kebutuhan transportasi warga, dampak sosial, serta manfaat ekonomi bagi daerah.

“Pada prinsipnya, kami menyambut baik setiap peluang investasi yang dapat mendukung pembangunan Kota Samarinda. Namun, tentu semua rencana harus dikaji secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan daerah, manfaat bagi masyarakat, dampak sosial, serta keuntungan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Baca juga  Tundukkan Low Block Persita, Borneo FC Tempel Ketat Persib di Puncak Klasemen

Pernyataan tersebut menempatkan kajian kebutuhan dan manfaat publik sebagai salah satu pertimbangan penting dalam penjajakan kerja sama. Sebab, kehadiran layanan taksi listrik tidak cukup hanya menawarkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga perlu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.

Selain itu, penerapan layanan baru perlu mempertimbangkan kondisi transportasi di Samarinda, termasuk potensi permintaan pengguna dan kesiapan operasional. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting untuk menilai apakah investasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi daerah.

Baca juga  Efisiensi Anggaran Pangkas Dana Desa, Pemdes Didorong Lebih Mandiri

Saefuddin mengatakan, inovasi transportasi harus tetap sejalan dengan kepentingan masyarakat. Menurut dia, setiap bentuk kerja sama yang dijajaki pemerintah daerah harus memberikan manfaat nyata, bukan semata-mata memperkenalkan teknologi baru.

Hingga audiensi tersebut, belum ada informasi mengenai nilai investasi, skema kerja sama, jadwal pelaksanaan, maupun target operasional layanan taksi listrik di Samarinda. Pemkot Samarinda dan Vingroup masih perlu menindaklanjuti penjajakan tersebut melalui pembahasan dan kajian lebih lanjut. Kepastian realisasi proyek akan bergantung pada hasil evaluasi serta kesepakatan kedua pihak. (csv)

Bagikan