BAIT.ID – Rumah sakit milik Pemprov Kaltim yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diingatkan agar tidak mengurangi kualitas pelayanan. Pasalnya, lima rumah sakit tersebut kini mencatat angka kunjungan pasien yang cukup tinggi sehingga peningkatan layanan menjadi kebutuhan mendesak.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa evaluasi kinerja BLUD memang sudah masuk dalam agenda kerja dewan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya pertumbuhan keuntungan yang terus meningkat. Namun, ia mengingatkan agar rumah sakit tidak semata mengejar target finansial. “Peningkatan standar pelayanan harus menjadi prioritas setiap tahun. Jangan sampai fokus hanya pada keuntungan, sementara kualitas layanan terabaikan,” ujar Darlis, Selasa 19 Agustus 2025 lalu.
Dari laporan yang diterima, realisasi keuntungan rumah sakit rata-rata sudah mencapai 68 persen hingga akhir Juli lalu. Darlis optimistis sisanya bisa terpenuhi hingga akhir tahun. Namun, ia menekankan bahwa angka keuntungan bukan ukuran utama, melainkan bagaimana rumah sakit bisa memberikan pelayanan yang semakin baik.
Peningkatan pelayanan, lanjutnya, juga mendapat dukungan dari APBD Kaltim. Pemprov terus menyalurkan anggaran untuk pengembangan fasilitas di sejumlah rumah sakit. Misalnya, pembangunan gedung Pandurata di RSUD AW Syahranie Samarinda yang diharapkan mampu mengurangi antrean pasien. Saat ini progresnya sudah masuk tahap pemenuhan alat kesehatan. “Semoga tahun ini bisa rampung dan segera beroperasi,” ungkap Darlis.
Sementara itu, RSUD Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan tengah bersiap memiliki pusat jantung terpadu. Bangunan fasilitas tersebut baru saja diserahterimakan dari Kementerian PUPR kepada pihak rumah sakit. “Manajemen sekarang sedang menghitung kebutuhan fasilitas medis untuk menunjang pusat jantung itu,” jelas politikus PAN ini.
Darlis menegaskan, penambahan fasilitas harus sejalan dengan peningkatan mutu pelayanan, termasuk ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai. “Kami berharap Pemprov Kaltim terus mendorong kelengkapan sarana, SDM, dan layanan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari hadirnya rumah sakit daerah ini,” pungkasnya. (csv)








