Ancaman Karhutla Meluas, Empat Kabupaten di Kaltim Jadi Fokus Pengawasan

Senin, 27 Juli 2026
Pemprov Kaltim telah memetakan kawasan rawan Karhutla, langkah penanganan dini juga sudah berjalan sejauh ini. Agar kebakaran besar bisa segera ditangani dengan cepat. (istimewa)

BAIT.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai wilayah Kaltim hampir setiap hari seiring masuknya musim kemarau. Meski skalanya sejauh ini masih relatif terkendali di bawah 5 hektar, kelalaian manusia menjadi pemicu utama maraknya titik api di daerah ini. Empat wilayah di Kaltim dicatat memiliki tingkat kerawanan tertinggi terhadap karhutla.

Berdasarkan pemetaan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim bersama Pusdatin setempat. Daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.

Baca juga  Program Sekolah Garuda Diluncurkan, Kaltim Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

​Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo, membeberkan bahwa mayoritas insiden kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia yang tidak terkontrol.​ “Tingkat kekeringan lahan pada musim kemarau sangat tinggi sehingga sangat rentan. Kesalahan kecil yang tidak terkendali dapat menyebabkan kebakaran meluas,” tegas Buyung dalam diskusi virtual bertajuk mitigasi karhutla, Kamis 23 Juli 2026 lalu.​

Menurut catatan BPBD, tiga pola kelalaian yang paling sering memicu api adalah pembersihan atau pembukaan lahan pertanian tanpa pengawasan, pembakaran sampah rumah tangga yang ditinggalkan begitu saja, serta pembuangan puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering.​

Baca juga  Badan Bank Tanah Jalin Kerja Sama dengan Unmul

Ancaman karhutla ini diprediksi masih akan membayangi Kaltim hingga Agustus mendatang. Meski demikian, Buyung menyebut dinamika cuaca saat ini menunjukkan adanya sedikit pergeseran pola musim. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih sesekali mengguyur beberapa wilayah Kaltim, sehingga dampak ekstrem kemarau belum sepenuhnya merata.​

“Kondisi ini menyebabkan kemarau sedikit bergeser. Situasi ekstrem belum begitu dirasakan secara menyeluruh, namun potensi kerawanan terus kami pantau ketat dari akhir Juli hingga Agustus nanti,” tambahnya.​

Baca juga  Pemprov Kaltim Salurkan Dana Gratispol Pendidikan Tinggi Rp44 Miliar untuk Tujuh PTN

Guna mencegah eskalasi kebakaran lahan menjelang puncak kemarau, BPBD Kaltim memberlakukan sistem satu komando yang melibatkan personel BPBD kabupaten/kota, instansi lintas sektor, dan masyarakat setempat. Tim gabungan mengandalkan pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time berdasarkan laporan warga serta patroli darat rutin di zona-zona rawan. (csv)

Bagikan