DPRD Kaltim Minta TPP Sebanding dengan Kualitas Pelayanan Publik

Jumat, 11 September 2026
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin

BAIT.ID – Belanja pegawai benar-benar jadi sorotan di tengah tekanan fiskal dan efisiensi anggaran seperti saat ini. Sebab sektor tersebut cukup besar menyedot pos belanja APBD. Sehingga efektivitas pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pun kini menjadi perhatian serius legislatif.

TPP sendiri sebenarnya ditujukan untuk menjaga kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN). Maka besarannya juga harus berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik. Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, angkat suara mengenai masalah ini.

Baca juga  SILPA Kaltim Capai Rp 2,59 Triliun, Akan Dialihkan ke APBD Perubahan 2025

Menurutnya, pemberian TPP merupakan instrumen penting untuk menjaga kesejahteraan ASN. Maka, selama nilai insentif yang diterima tidak mengalami pemotongan, tidak ada alasan bagi ASN untuk menurunkan standar kinerjanya.​

“Kualitas pelayanan harus tetap terjaga. Tidak ada alasan lagi untuk menurun, terlebih sejauh ini tidak ada pengurangan pada insentif yang diterima,” ujar Salehuddin saat dikonfirmasi.​

Baca juga  Tembok Tinggi dari Brasil! Borneo FC Resmi Amankan Iago Mendonca untuk Musim 2026/27

Selain efektivitas TPP, pengawasan terhadap kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan Pemprov Kaltim setiap hari Jumat juga menjadi fokus evaluasi. Salehuddin mengingatkan agar fleksibilitas pola kerja tersebut tidak mengabaikan pemenuhan hak-hak publik dalam mendapatkan pelayanan prima.​

Untuk mengantisipasi penurunan efektivitas kerja selama penerapan WFA, Komisi I DPRD Kaltim mendesak Pemprov Kaltim segera menyusun skema pengawasan yang terukur, salah satunya melalui mekanisme reward and punishment (penghargaan dan sanksi) yang tegas.​

Baca juga  Samarinda Ajukan Perluasan Rumah Singgah untuk Rehabilitasi Anjal dan Gepeng

“Jangan sampai fleksibilitas dari WFA justru mengganggu pelayanan publik, sementara hak kesejahteraan ASN sudah dijamin oleh daerah. Karena itu, sistem rewards and punishment yang jelas sangat diperlukan agar kinerja tetap terkontrol,” tegasnya. (csv)

Bagikan