DPRD Samarinda Minta Pemkot Libatkan Pedagang dalam Rencana Revitalisasi Pasar Segiri

Kamis, 13 November 2025
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim

BAIT.ID – Rencana Pemkot Samarinda untuk merevitalisasi Pasar Segiri mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda. Para wakil rakyat menilai, pedagang yang menjadi pihak paling terdampak harus dilibatkan sejak awal dalam proses perencanaan.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan rencana pembangunan pasar dua lantai tersebut perlu dikomunikasikan secara terbuka dengan para pedagang. Tujuannya agar tidak menimbulkan keresahan dan proses relokasi dapat berjalan lancar.

“Yang pertama harus didengar adalah tanggapan para pedagang. Apakah mereka menyambut baik rencana ini? Kalau iya, tentu pemerintah harus menyiapkan tempat penampungan sementara dan memberi dukungan agar mereka tetap bisa berjualan selama renovasi,” ujarnya.

Baca juga  Ketegangan Eksekutif dan Legisltif di Kaltim Dinilai Ancam Transparansi Urusan Publik

Menurut Rohim, konsep pasar dua lantai justru bisa menjadi solusi jangka panjang. Selain menambah kapasitas, penataan kios dapat dibuat lebih rapi, dengan fasilitas umum dan area parkir yang lebih memadai. “Kalau dua lantai justru bagus. Kapasitas bertambah, tata letak lebih tertib, dan fasilitas publik juga bisa ditingkatkan,” tambahnya.

Terkait informasi perubahan nilai anggaran dari Rp250 miliar menjadi Rp200 miliar, Rohim menyebut DPRD belum bisa memberikan penilaian sebelum menerima rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) resmi dari Pemkot. “Selama RAB-nya belum disampaikan ke dewan, kami belum bisa menilai. Semua harus dikalkulasi sesuai kebutuhan dan luasan bangunan. Nanti akan dibahas saat dokumennya masuk,” katanya.

Baca juga  Suparno Siap Bantu Warga Selili, Pemerataan Infrastruktur Hingga Pemberdayaan Pemuda

Politikus PKS itu juga mengingatkan Pemkot agar belajar dari pengalaman sebelumnya, seperti proyek revitalisasi Pasar Pagi yang sempat mengalami keterlambatan. Ia berharap perencanaan Pasar Segiri dilakukan lebih matang, baik dari sisi desain, anggaran, maupun waktu pelaksanaan.

“Kami tidak ingin kejadian di Pasar Pagi terulang lagi. Karena itu, sejak awal semua pihak harus dilibatkan agar pembangunan bisa selesai tepat waktu dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (csv)

Baca juga  Kesbangpol Kaltim Perkuat Deteksi Dini Kerawanan Politik di Tahun 2025
Bagikan