Imbas Pemotongan TKD Pusat, APBD Samarinda 2027 Absen Proyek Pembangunan Besar

Selasa, 25 Agustus 2026
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim

BAIT.ID – Ruang gerak fiskal Pemkot Samarinda dipastikan makin menyempit pada 2027. Dampak efisiensi dan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat memaksa Pemkot menghentikan sementara rencana pembangunan proyek fisik berskala besar pada APBD tahun depan, termasuk mengancam kepastian kelanjutan megaproyek Teras Samarinda Tahap III.​

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengungkapkan bahwa dalam pembahasan awal Kebijakan Umum Anggaran (KUA) 2027, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah memberi sinyal tidak ada alokasi untuk program fisik baru berskala besar.​ “Pemerintah kota fokus menyelesaikan kegiatan-kegiatan fisik yang sedang berjalan saat ini,” tegas Rohim, belum lama ini.

Baca juga  Jelang Idulfitri 1447 H, Pemkot Samarinda Klaim Harga Pangan Masih Terkendali

​Imbas ketatnya postur anggaran ini membuat nasib keberlanjutan proyek ikonik Teras Samarinda Tahap III menggantung. Rohim menyebut, Komisi III DPRD Samarinda bersama TAPD sejauh ini belum menyentuh pembahasan teknis maupun porsi anggaran untuk megaproyek kawasan bantaran Sungai Mahakam tersebut.

​Kepastian alokasi anggaran Teras Samarinda Tahap III baru akan teruji pada pembahasan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), di mana kekuatan fiskal dan kemampuan belanja daerah dikalkulasi secara terukur.​

Baca juga  Pemkot Samarinda Tertarik Datangkan Alat Kebersihan Modern Asal Turki

“Teras Samarinda Tahap III belum ada pembahasan khusus. Saat ini kami masih mengunci arah kebijakan umum anggaran di KUA. Pada tahap PPAS nanti baru terlihat apakah anggaran yang tersedia memungkinkan untuk dialokasikan ke kelanjutan kegiatan fisik tersebut,” pungkasnya. (csv)

Bagikan