Pemkot Samarinda Rancang Penanganan Banjir Kawasan Damanhuri hingga Teras Samarinda Fase II

Sabtu, 19 September 2026
Wali Kota Samarinda, Andi Harun membahas detail perencanaan pengendalian banjir di kawasan Gunung Kapur, Jalan Damanhuri. (istimewa)

BAIT.ID — Pemkot Samarinda mulai memetakan teknis penanganan infrastruktur drainase dan pengendalian banjir untuk sejumlah titik rawan, mulai dari kawasan Gunung Kapur, Jalan Damanhuri, Gang Ogok, hingga area Teras Samarinda Tahap II.​

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda memaparkan kajian teknis tersebut dalam rapat koordinasi di Balai Kota Samarinda, Rabu, 16 September 2026 lalu. Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, didampingi Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri, Sekda Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).​

Baca juga  Manuver 'Beringin' di DPRD Kaltim: Tukar Hak Angket dengan Interpelasi

Untuk kawasan Gunung Kapur dan Jalan Damanhuri, Pemkot merencanakan penanganan fisik skala besar baru akan masuk pada anggaran 2027. Sebelum melangkah ke pembangunan infrastruktur baru seperti kolam retensi, skema jangka pendek dipokuskan pada optimalisasi kapasitas saluran drainase eksisting.​

“Kapasitas saluran dan drainase eksisting perlu dioptimalkan terlebih dahulu sebelum menentukan kebutuhan pembangunan polder atau infrastruktur baru lainnya,” kata Andi Harun.​

Baca juga  Pemkot Samarinda dan Pegadaian Jajaki Kolaborasi Bank Sampah Berbasis Tabungan Emas

Selain Damanhuri, evaluasi teknis difokuskan pada kawasan Gang Ogok. Di lokasi ini, posisi drainase eksisting ditemukan lebih tinggi daripada badan jalan, sehingga memicu genangan saat curah hujan tinggi. Pemkot mengkaji kemungkinan rekonstruksi elevated jalan atau penataan ulang drainase, sekaligus menghubungkan dua saluran pembuangan utama yang selama ini terpisah.​

Dalam rapat tersebut, konsultan teknis Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR memaparkan bahwa skema perbaikan tidak lagi dilakukan secara parsial. Perhitungan penanganan mengintegrasikan daya tampung saluran, tingkat sedimentasi, kapasitas Sungai Karang Mumus (SKM), hingga dampak pasang surut Sungai Mahakam.​

Baca juga  Optimalkan Teras Samarinda, Pemkot Bidik Peningkatan PAD Lewat Ekspansi Sektor Kafe

Selain drainase pemukiman, pembahasan juga mencakup dampak teknis rencana pembangunan Lapangan Bola Vorvo oleh Pemprov Kaltim terhadap tata air sekitar, serta persiapan pembangunan turap penahan tanah (sheet pile) SKM dan Sungai Mahakam yang berbatasan langsung dengan proyek Teras Samarinda Tahap II. (csv)

Bagikan