Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis Hadapi Kekerasan Perempuan dan Anak

Sabtu, 27 September 2025
Guna menekan angka kekerasan perempuan dan anak, Pemprov Kaltim menyiapkan langkah strategis melalui rapat kerja oleh instansi terkait. (istimewa)

BAIT.ID – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kaltim terus menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini mendorong Pemprov Kaltim menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan angka kasus sekaligus memperkuat perlindungan bagi korban.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, menyebut kekerasan tidak hanya meninggalkan luka fisik dan psikis, tetapi juga merenggut masa depan korban. “Ini bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama masyarakat untuk peduli dan bertindak,” ujarnya.

Baca juga  Polemik Kebun Sawit di Kubar, DPRD Kaltim Desak Perusahaan Libatkan Warga Adat

Sebagai bagian dari strategi pencegahan, DP3A menggelar Rapat Kerja Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Forum ini melibatkan 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi perangkat daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak.

Menurut Noryani, langkah strategis yang disiapkan tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga pencegahan melalui penguatan ketahanan keluarga. Nilai-nilai kasih sayang, komunikasi, dan karakter dalam keluarga diyakini menjadi fondasi agar praktik kekerasan bisa ditekan sejak dini.

Baca juga  Ketegangan Eksekutif dan Legisltif di Kaltim Dinilai Ancam Transparansi Urusan Publik

Pemprov Kaltim menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih aman dan bebas dari kekerasan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak-hak perempuan dan anak. (csv)

Bagikan