BAIT.ID — Kebutuhan perbaikan fasilitas dasar masyarakat dan perlindungan lingkungan menjadi sorotan utama dalam agenda reses Anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno, di Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan warga dari RT 10 hingga RT 14 tersebut, perbaikan sarana pendidikan keagamaan serta penanganan potensi longsor menjadi usulan paling mendesak.
Ketua RT 11 Selili, Prof Sadino, mengungkapkan bahwa plafon tempat pendidikan Al-Qur’an (TPA) di wilayahnya saat ini membutuhkan perbaikan segera demi kenyamanan dan keselamatan aktivitas belajar anak-anak. Selain itu, warga juga mendesak dilakukannya pembangunan turap penahan tanah di sekitar area TPA.
“Plafon TPA memang perlu diperbaiki. Kami juga mengusulkan pembangunan turap di bagian sekitar TPA untuk mengantisipasi potensi kerawanan struktur tanah,” ujar Sadino.
Selain fasilitas fisik TPA, warga turut menyampaikan keterbatasan sarana kesehatan di tingkat posyandu, seperti ketersediaan timbangan bayi dan papan penanda fasilitas. Usulan penunjang kegiatan sosial keagamaan warga, seperti pengadaan alat pengeras suara dan perlengkapan kesenian publik, juga diserahkan dalam kesempatan tersebut.
Menanggapi keluhan masyarakat Selili, Suparno menyatakan akan memilah usulan warga berdasarkan skala prioritas dan kewenangan penganggaran Pemerintah Kota Samarinda. “Seluruh aspirasi kami catat untuk disesuaikan dengan kondisi lapangan dan batas kewenangan penganggaran kota,” kata Suparno. (csv)








