Tekan Biaya Hidup, Pemkot Samarinda Godok Rencana Angkutan Umum Berbasis Bus

Kamis, 8 Januari 2026
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat berdiskusi dengan perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia untuk mengembangkan transportasi publik di Kota Tepian. (istimewa)

BAIT.ID – Urusan transportasi bukan sekadar mobilitas, melainkan instrumen penting untuk mengatrol pengeluaran masyarakat. Hal ini menjadi benang merah dalam pertemuan antara Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kaltim dengan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Balai Kota, Kamis 8 Januari 2026.

Dalam diskusi tersebut, MTI menyoroti fakta bahwa biaya transportasi sering kali menyedot porsi besar dari pendapatan rumah tangga. Jika tidak dikelola dengan serius sebagai pelayanan dasar, beban ini dikhawatirkan menurunkan kualitas hidup warga Samarinda.

Baca juga  Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan Kerja Disnakertrans Kaltim

Menanggapi masukan tersebut, Saefuddin Zuhri mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda tengah membidik pengembangan angkutan umum berbasis bus. Langkah ini dinilai sebagai opsi paling masuk akal untuk jangka menengah. “Melihat kondisi fiskal daerah saat ini, pengembangan bus adalah solusi yang paling realistis. Kami ingin masyarakat punya akses ke layanan transportasi yang aman, nyaman, dan yang terpenting: terjangkau,” ujar Saefuddin.

Selain soal bus, pertemuan tersebut juga membedah sejumlah isu krusial lainnya, seperti penertiban truk untuk pengendalian kendaraan bermuatan lebih (over dimension, over load) untuk menjaga keawetan jalan. Kemudian konektivitas wilayah intuk sinkronisasi rute agar wilayah pinggiran tetap terhubung dengan pusat kota. Serta Tata Ruang untuk memastikan pembangunan gedung dan pemukiman baru sejalan dengan perencanaan jalur transportasi.

Baca juga  Menatap Wajah Baru Samarinda di Usia 358: Bukan Lagi Sekadar "Kampung Besar"

Saefuddin menegaskan bahwa Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pusat, terutama terkait anggaran dan regulasi konektivitas antarwilayah.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung mengawal usulan-usulan teknis dari MTI ke level yang lebih tinggi. “Kalau memang butuh penguatan dari teman-teman MTI, saya siap hadir bersama-sama untuk memperjuangkan kepentingan daerah,” tegasnya.

Baca juga  Pasar Murah di Palaran Diserbu Warga

Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang tidak hanya indah di atas kertas, tapi benar-benar terasa manfaatnya bagi mobilitas harian warga Samarinda. (csv)

Bagikan