BAIT.ID – Hengkangnya Fajar Fathurrahman dari Borneo FC Samarinda sempat membuat sektor kanan pertahanan bolong. Namun kini, secara perlahan momok tersebut mulai tertambal. Berkat sosok muda potensial, Alfharezzi Buffon, kini menjelma menjadi tembok baru yang kian kokoh mengawal sisi flank pertahanan Pesut Etam.
Pemain yang akrab disapa Ezzi ini mulai bertransformasi menjadi pilihan utama di bawah asuhan Fabio Lefundes. Memasuki putaran kedua, Ezzi seolah tak tergantikan dan rutin mengisi daftar starting eleven untuk menjaga kedalaman lini belakang.
Statistik menunjukkan progres signifikan bagi pemain jebolan Borneo FC Youth ini. Musim ini, Ezzi tercatat telah mengoleksi 14 penampilan, di mana 11 di antaranya ia mulai sejak menit awal. Menjelang usianya yang genap 20 tahun pada 28 April mendatang, kematangan bermainnya di lapangan justru terlihat melampaui usianya.
Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa impresif sang pemain. Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa keputusannya menurunkan Ezzi bukan semata-mata untuk memenuhi regulasi pemain muda U-23, melainkan murni karena pertimbangan teknis dan kualitas.
“Dia kami pilih karena sesuai dengan strategi yang kami buat. Kami butuh pemain dengan karakter seperti dia,” ungkap Fabio Lefundes.
Kehadiran Ezzi memberikan dimensi baru dalam skema bertahan maupun transisi menyerang Borneo FC. Lefundes optimistis bahwa bertambahnya menit bermain akan membuat sang bek semakin matang di kompetisi kasta tertinggi. “Saya tidak melihat faktor usia, saya akan menurunkan komposisi terbaik untuk memenangkan pertandingan,” tegas Lefundes.
Kualitas Alfharezzi Buffon sendiri memang sudah diakui di level nasional. Sejak 2024, ia menjadi langganan panggilan Timnas kelompok umur, mulai dari U-19, U-20, hingga U-23. Dengan total 20 laga dan koleksi satu gol di level internasional, Ezzi diprediksi akan menjadi aset jangka panjang, baik bagi Borneo FC maupun Timnas Indonesia. (csv)








