BAIT.ID – Pemkot Samarinda resmi melarang penggunaan seluruh ruangan di gedung SMPN 2 Samarinda yang terdampak kebakaran hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil guna menjamin keselamatan siswa sembari menunggu hasil kajian teknis bangunan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat meninjau lokasi di Jalan KH Akhmad Dahlan pada Kamis 2 Maret 2024, menyatakan bahwa meski kerusakan secara kasat mata didominasi di lantai dua, struktur keseluruhan bangunan tetap harus diuji. “Penilaian saat ini masih bersifat visual. Lantai satu terlihat relatif aman, namun kami tetap memerlukan kajian teknis dari pihak berkompeten untuk memastikan kelaikan konstruksinya,” ujar Andi Harun.
Kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya delapan ruang kelas di gedung dua lantai tersebut. Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkot Samarinda telah menginstruksikan beberapa langkah. Pertama soal analisis Kelayakan bangunan dengan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan audit teknis bangunan. Perhitungan estimasi anggaran juga diminta dikerjakan, konsultan profesional akan dilibatkan untuk menghitung biaya rehabilitasi bangunan serta inventarisasi kerusakan mebeler.
“Saya minta seluruh laporan evaluasi wajib diserahkan paling lambat Selasa pekan depan sebagai dasar pengambilan kebijakan perbaikan,” ujar Andi Harun.
Meski gedung yang terdampak dikosongkan, pihak Pemkot menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak dihentikan. Pihak sekolah diminta melakukan pengaturan ruang kelas secara mandiri di area sekolah yang tidak terdampak kebakaran. “Untuk sementara, gedung yang terbakar tidak boleh digunakan sampai proses perbaikan tuntas,” tambahnya.
Terkait sisa-sisa puing kebakaran, Pemkot Samarinda menugaskan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk segera melakukan pembersihan pekan ini. Namun, pengerjaan tersebut baru akan dilakukan setelah pihak kepolisian menyelesaikan penyelidikan (Garis Polisi dilepas) guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dikabarkan juga telah memonitor insiden ini untuk kemungkinan dukungan koordinasi lebih lanjut terkait pemulihan fasilitas pendidikan di Samarinda. (csv)








