142 Kios Sementara Pasar Segiri Rampung, Pedagang Mulai Direlokasi

Selasa, 5 Mei 2026
Usai terbakar beberapa waktu lalu, Pemkot Samarinda sudah menyiapkan kios darurat bagi pedagang di Pasar Segiri. (istimewa)

BAIT.ID – Aktivitas perdagangan di Pasar Segiri mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pascakebakaran besar pada Maret lalu. Sebanyak 142 kios sementara di area bekas kebakaran dilaporkan telah rampung dibangun dan siap ditempati oleh para pedagang terdampak.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, melakukan tinjauan lapangan ke lokasi kios non-permanen tersebut pada Senin 4 Mei 2026 sore. Pembangunan yang memakan waktu satu bulan sejak awal April ini menelan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,1 miliar.

Baca juga  DPRD Kaltim Minta RSUD AW Sjahranie Evaluasi Sistem Kelistrikan Pasca Kebakaran

Langkah percepatan ini diambil mengingat posisi strategis Pasar Segiri sebagai salah satu titik utama distribusi bahan pokok di Samarinda. Keterlambatan pemulihan dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di pasar lokal. “Pekerjaannya cukup rapi. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum kebakaran yang cenderung kumuh, sekarang jauh lebih tertata dan akan terus kami evaluasi penataannya,” ujar Andi Harun di sela tinjauannya.

Area yang sebelumnya ludes terbakar pada 26 Maret 2026 -meliputi sebagian besar los sayur dan 25 ruko- kini telah disulap menjadi zona kios sementara dengan dimensi 53,5 meter x 15 meter.

Baca juga  Pemkot Samarinda Mulai Data Pedagang Pasar Pagi, Pengambilan Kunci Lewat QR Code

Meski pembangunan kios sementara ini dinilai sebagai solusi jangka pendek yang efektif, Pemkot Samarinda mengakui bahwa revitalisasi total masih terganjal masalah pendanaan. Andi Harun menjelaskan bahwa desain besar (DED) untuk pembaruan Pasar Segiri sebenarnya telah matang, namun realisasinya bergantung pada kekuatan fiskal daerah.

“Perencanaan sudah siap, termasuk pendekatan kepada para pedagang. Kami tinggal menunggu kemampuan anggaran, harapannya pada tahun 2027 eksekusi fisik sudah bisa dimulai,” ungkapnya.

Baca juga  DPRD Kaltim Desak Penertiban Titik Tambat: Upaya Mitigasi Jembatan dan Optimalisasi PAD

Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga menyoroti aspek kedisiplinan pedagang. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar diminta lebih ketat dalam melakukan pembinaan untuk meminimalkan risiko kebakaran di masa mendatang. “Pasar ini tanggung jawab bersama. Peningkatan disiplin pedagang sangat krusial agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (csv)

Bagikan