1.900 Pelamar Serbu Mahakam Job Fair 2026, Rebutan 764 Lowongan Kerja di Samarinda

Jumat, 24 Juli 2026
Wali Kota Samarinda, Andi Harun sesaat usai membuka Mahakam Job Fair. Ia berharap agar para pekerja lokal bisa meningkatkan kemampuan agar bisa dilirik dunia industri.

BAIT.ID – Tingginya angka pencari kerja di Kota Samarinda kembali terlihat dalam gelaran Mahakam Job Fair 2026. Sebanyak 1.900 pendaftar daring tercatat bersaing memperebutkan 764 kuota lowongan kerja yang dibuka oleh 36 perusahaan peserta di Samarinda Square Mall, Kamis 23 Juli 2026.​

Jumlah pendaftar tersebut diprediksi terus bertambah selama agenda yang berlangsung dua hari hingga Jumat. Dari total lowongan yang tersedia, terdapat 189 posisi jabatan yang dibuka oleh dunia usaha.​

Baca juga  Pasar Pagi Samarinda Bersiap Beroperasi, Pemerintah Tata Ulang Jalan Gajah Mada

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat melampaui estimasi awal sejak pendaftaran daring dibuka melalui kanal resmi dinas. ​”Sebelum pembukaan resmi, pendaftar secara daring sudah menyentuh angka 1.900 orang. Ini menunjukkan kebutuhan akses informasi lowongan kerja yang cepat dan transparan masih sangat tinggi,” ujar Yuyum di sela pembukaan acara.​

Guna menekan potensi penyimpangan dan mempercepat proses penempatan, Disnaker Samarinda meluncurkan platform digital TEPIAN (Temukan Pekerja Andal) yang mengusung fitur auto matching. Sistem ini diklaim mampu mencocokkan kualifikasi pencari kerja dengan kebutuhan spesifik perusahaan secara otomatis.

Baca juga  Jelang Idulfitri 1447 H, Pemkot Samarinda Klaim Harga Pangan Masih Terkendali

​Langkah digitalisasi ini juga ditujukan untuk mengeliminasi praktik nepotisme dan percaloan tenaga kerja yang sering diandalkan pencari kerja di luar jalur resmi.​

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa proses rekrutmen tenaga kerja di wilayahnya harus mengedepankan kualifikasi, bukan faktor kedekatan personal. ​”Kesempatan kerja harus diberikan secara objektif berbasis kompetensi, bukan karena kedekatan. Tata kelola pelayanan yang transparan dan bebas pungli penting agar semua warga punya peluang yang sama,” tegas Andi Harun.​

Baca juga  Rencana Penyesuaian Tarif Jargas Samarinda Mulai Digodok

Di tengah pertumbuhan ekonomi Samarinda yang mencatatkan angka 6,22 persen, Pemkot mendorong pencari kerja lokal untuk terus meningkatkan daya saing agar mampu menyerap peluang di sektor-sektor industri produktif. (csv)

Bagikan