Suparno Desak Lintas Instansi Bersinergi Tangani Banjir di Selili

Minggu, 21 Juni 2026
anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno

BAIT.ID – Penanganan banjir yang merendam Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, dinilai memerlukan keterlibatan lintas instansi. Langkah bersama ini krusial mengingat penyebab genangan pascahujan deras pada Kamis, 18 Juni 2026 lalu dipicu oleh berbagai faktor kompleks.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno, mengungkapkan bahwa banjir setinggi 80 sentimeter di Jalan H. Marhusein tersebut sejatinya merupakan air kiriman dari kawasan Kecamatan Sambutan. Kawasan Selili sendiri hanya menerima dampak luapan air. “Maka dari itu, perlu banyak pihak yang terlibat untuk mengatasi persoalan ini,” ujar Suparno, legislator yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda Ilir, Samarinda Kota, dan Sambutan.

Baca juga  Pemkot Samarinda Berlakukan WFH ASN Tiap Jumat, Klaim Bukan Libur Tambahan

Menurut Suparno, sinergi harus dibangun mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, hingga para anggota dewan dari dapil I tersebut. Peninjauan kondisi riil di lapangan dinilai akan mempermudah penentuan langkah penanganan yang tepat sasaran. “Semua pihak harus terlibat dan turun tangan untuk melihat bagaimana asal-muasal banjir ini bisa terjadi,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ketua DPD PAN Samarinda ini di lapangan, ada beberapa faktor teknis yang memicu banjir. Selain morfologi alur sungai yang berkelok-kelok, debit air kiriman dari Sambutan memang tergolong sangat tinggi.

Baca juga  Pemkot Samarinda Kejar Setoran Dana Pusat: Benahi Data agar Anggaran Tak Menciut

Aliran air tersebut sejatinya mengalir ke anak-anak sungai, lalu bermuara di Sungai Kapih sebelum menuju Sungai Mahakam. Namun, kapasitas anak sungai saat ini sudah tidak mampu menampung volume air yang besar akibat sedimentasi (pendangkalan) serta banyaknya bangunan warga yang memakan badan sungai. Dampaknya, arus air tersumbat dan meluap ke permukiman warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Suparno mengimbau masyarakat untuk berlapang dada apabila Pemkot Samarinda nantinya mengambil kebijakan normalisasi sungai. Langkah penertiban bangunan di atas badan sungai dinilai tidak dapat dihindari demi kepentingan bersama. “Karena selama ini upaya memperlancar aliran sungai kerap terhambat akibat terhalang oleh bangunan milik warga,” jelasnya.

Baca juga  Iklim Investasi Samarinda Tumbuh, Komisi I DPRD Ingatkan Pelaku Usaha Wajib Taat Perizinan

Mengingat tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, Suparno juga mengingatkan warga untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Setidaknya, masyarakat dapat bergotong-royong membersihkan drainase di sekitar tempat tinggal masing-masing. “Jadi ketika hujan turun, potensi genangan air bisa diminimalisasi,” pungkasnya. (csv)

Bagikan