BAIT.ID – Borneo FC Samarinda terus mematangkan persiapan menjelang bergulirnya musim kompetisi baru. Skuad berjuluk Pesut Etam tersebut dijadwalkan memboyong seluruh kekuatannya ke Yogyakarta untuk melakoni pemusatan latihan (training center/TC) intensif sepanjang Agustus mendatang.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengonfirmasi bahwa program TC ini dirancang khusus guna menggembleng ketahanan fisik sekaligus memantapkan skema taktik tim. Kehadiran seluruh elemen tim, mulai dari jajaran pelatih hingga komposisi pemain yang kian lengkap, membuat program pramusim ini siap digulirkan secara maksimal. ”Ini memang sudah masuk dalam alur perencanaan kami dan para pemain juga sudah berkumpul lengkap,” ungkap Dandri saat memberikan keterangan, baru-baru ini.
Pemilihan Yogyakarta sebagai kawah candradimuka Pesut Etam bukan tanpa alasan. Dandri menjelaskan, Kota Gudeg menawarkan fasilitas latihan yang representatif, atmosfer kamp latihan yang kondusif, serta kemudahan dalam mengatur agenda laga uji coba.
“Insyaallah tanggal 1 Agustus tim akan bertolak ke Jogja selama satu bulan penuh. Di sana kami juga merancang rangkaian pertandingan uji coba untuk menguji kedalaman tim, meski untuk calon lawannya masih dalam tahap finalisasi,” jelasnya.
Selain pemantapan taktik dan fisik, pemusatan latihan di luar daerah ini dinilai krusial untuk mempererat konektivitas antarpemain (chemistry). Selama di Samarinda, para pemain dinilai masih terpisah secara domisili sehingga intensitas interaksi di luar lapangan cukup terbatas.
”Kalau latihan di Samarinda, ada yang tinggal di mes dan ada yang di luar. Di Yogja nanti, semua akan melebur jadi satu kesatuan. Ini momentum krusial untuk membangun chemistry dan kekompakan tim secara maksimal,” tambah Dandri.
Gemblengan fisik dan mental selama sebulan penuh di Yogyakarta diharapkan menjadi modal krusial bagi Borneo FC sebelum bertarung di kompetisi domestik pada awal September mendatang. Terlebih lagi, Pesut Etam bakal menghadapi jadwal padat seiring keterlibatan mereka di panggung antarklub Asia dan ASEAN yang dipastikan menguras stamina. (csv)








