BAIT.ID – Pemkot Samarinda menemukan sejumlah kekurangan teknis dan kerusakan material pada proyek pembangunan Teras Samarinda Tahap II jelang rencana peresmian kawasan tersebut. Pemkot menyatakan tidak akan mencairkan pembayaran akhir maupun menyetujui Final Hand Over (FHO) apabila kontraktor belum menyelesaikan seluruh daftar perbaikan.
Daftar inventarisasi masalah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Teknis di Balai Kota Samarinda, Kamis 13 Agustus 2026. Evaluasi mencakup pekerjaan Segmen 1 hingga Segmen 4, yang membentang dari depan Kantor Gubernur Kaltim hingga Pagar Pelindo.
Dalam rapat tersebut, Tim Konsultan Supervisi memaparkan pekerjaan Segmen 2 dan 3 bernilai Rp21 miliar yang meliputi taman, pedestrian, sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), dermaga, dan rumah pompa. Sementara Segmen 4 dengan nilai kontrak sekitar Rp20 miliar mencakup amphitheater, playground, halte bus, pos polisi, serta drainase.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, Pemkot memberikan sederet catatan perbaikan yang wajib diselesaikan kontraktor sebelum pengelolaan kawasan diserahterimakan. Catatan itu meliputi, Penguatan struktur fondasi playground. Perbaikan paving, ubin, dan penutup manhole. Pemasangan pagar pengaman di tepian sungai.
Selain itu juga ditemukan penutupan serta pembongkaran akses pelabuhan lama yang dinilai membahayakan pengunjung. Perapian kabel, pemasangan kanopi pos jaga, pengecatan ulang elemen yang memudar, dan penggantian tanaman yang mati.
Selain itu, Pemkot menginstruksikan pengukuran ulang terkait kerusakan rumput gajah mini (Pennisetum) dari total volume kontrak sebesar 1.558,70 meter persegi, penataan sistem drainase, kecukupan sprinkler, hingga pembersihan sisa material konstruksi.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Konsultan Pengawas untuk turun langsung melakukan verifikasi data riil di lapangan. “Semua laporan teknis harus berbasis data ukur yang presisi, bukan sekadar perkiraan. Peresmian tidak otomatis menghapus tanggung jawab kontraktor,” ujar Andi Harun.
Ia menambahkan, Pemkot akan memaksimalkan masa pemeliharaan untuk menguji ketahanan material dan stabilitas struktur terhadap cuaca guna mencegah potensi kerugian keuangan daerah. (csv)








