BAIT.ID – Pemerintah Kota Samarinda merencanakan kerja sama pengelolaan sampah berbasis sekolah yang diintegrasikan dengan program tabungan emas milik PT Pegadaian Area Samarinda. Rencana ini dibahas dalam pertemuan antara kedua pihak di Balai Kota Samarinda, Selasa 1 September 2026.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 bank sampah yang tersebar di 10 kecamatan. Pemerintah berencana menghubungkan fasilitas tersebut dengan sekolah-sekolah dan jaringan Pegadaian.
Melalui mekanisme ini, sampah yang dikumpulkan oleh para siswa dapat disetor ke bank sampah dan dikonversi menjadi nilai ekonomi dalam bentuk tabungan emas. ”Kolaborasi yang baik bukan sekadar mempertemukan kepentingan, tetapi bagaimana setiap potensi dikonversikan menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Saefuddin. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan pada siswa sejak dini.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ibnu Araby, menyambut baik skema tersebut. Ia juga menyoroti bantuan perbaikan sarana pendidikan yang sebelumnya disalurkan Pegadaian ke SDN 016 Desa Pampang, dan berharap program sejenis dapat diperluas.
Selain fokus lingkungan dan pendidikan, PT Pegadaian Area Samarinda juga mendorong percepatan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu poin yang ditawarkan mencakup pembiayaan kendaraan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Samarinda, Andika Dwi Prasetyo, menyatakan pihak instansinya berharap kemitraan dengan Pemkot Samarinda dapat diperluas, baik melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun pembiayaan langsung.
Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Bagian Kerja Sama dan Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, serta jajaran Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). (csv)








