BAIT.ID – Pemprov Kaltim memperketat pemantauan kesehatan masyarakat guna mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Meski tren Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih stabil, pengawasan mingguan dan penyaluran logistik ke daerah rawan mulai diprioritaskan.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menyatakan bahwa kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah kabupaten dan kota. Langkah ini bertujuan memetakan potensi risiko kesehatan, khususnya ancaman paparan asap dan debu pada kelompok rentan seperti anak-anak serta lanjut usia.
“Kami melakukan surveilans setiap minggu. Sampai sekarang peningkatan kasus ISPA belum signifikan, tetapi pemantauan tetap diperkuat,” ujar Jaya, Senin 31 Agustus 2026.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim telah menyalurkan bantuan logistik ke wilayah yang mengajukan permintaan dukungan, seperti Kabupaten Mahakam Ulu, Paser, dan Berau.
Sementara poin utama langkah antisipasi Diskes Kaltim adalah pengiriman logistik dengan memasok masker, obat-obatan, vitamin, hingga bantuan air bersih, dengan prioritas pengiriman awal ke Kabupaten Mahakam Ulu yang sedang terdampak kekeringan.
Kemudian perlindungan kelompok rentan dengan memfokuskan pengawasan pada balita, anak-anak, dan lansia dari paparan kualitas udara buruk. Selain itu juga ada edukasi masyarakat dengan mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan serta mengenakan masker saat kualitas udara memburuk.
Jaya menegaskan bahwa deteksi dini melalui pemantauan rutin menjadi kunci agar pemerintah daerah dapat merespons dengan cepat jika terjadi lonjakan kasus di lapangan. (csv)








