Tekanan Fiskal Membayangi, Wali Kota Samarinda Tantang ASN Cetak Inovasi PAD Tanpa Bebani Rakyat

Kamis, 10 September 2026
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

BAIT.ID – Kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutar otak. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menantang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk tidak sekadar terjebak pada konsep dan teori pemerintahan, melainkan hadir membawa solusi konkret atas ancaman krisis fiskal daerah.​

Andi Harun menegaskan, program Samarinda Corporate University (Corpu) harus dijadikan kawah candradimuka bagi para ASN untuk memecahkan persoalan riil. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah merumuskan formula peningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa harus meresahkan atau membebani masyarakat.​

Baca juga  Pasca-Vonis Bebas Misran Toni, Warga Muara Kate dan TAKAR Sambangi Lembaga Negara di Jakarta

“Tantangan fiskal yang dihadapi daerah saat ini dapat menjadi bahan pembelajaran yang relevan bagi ASN melalui program Samarinda Corporate University,” tegas Andi Harun, Rabu, 9 September 2026.​

Menurutnya, efisiensi transfer dana pusat tidak boleh dijadikan alasan untuk melambatnya roda pembangunan. Sebaliknya, kondisi ini harus memicu ASN untuk mengeksplorasi potensi pendapatan baru yang kreatif dan ramah publik. ​“ASN perlu mencari formulasi untuk meningkatkan pendapatan daerah tanpa menambah beban bagi masyarakat, terutama di tengah kebijakan efisiensi transfer dari pusat,” lanjutnya.​

Baca juga  Bawaslu Mahulu Digugat ke DKPP, Diduga Lalai Awasi Kontrak Politik Paslon

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah aktual, Samarinda Corpu dirancang agar materi pengembangan kompetensi ASN selaras dengan kebutuhan krusial daerah. Selain persoalan fiskal dan optimasi PAD, isu-isu krusial seperti percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, hingga pemangkasan angka pengangguran ditargetkan menjadi studi kasus utama.​

Guna memastikan sistem pembelajaran berjalan terukur dan berdampak langsung pada pelayanan publik, Pemkot Samarinda resmi menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda. Kemitraan ini diharapkan mampu mentransformasi ASN Pemkot Samarinda dari sekadar pelaksana birokrasi menjadi inovator kebijakan.​

Baca juga  Dana TKD Tersendat, Pemprov Kaltim Lakukan Efisiensi Anggaran Rp2 Triliun

“Berbagai persoalan yang dihadapi Kota Samarinda harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mampu melahirkan solusi yang tepat,” pungkas Andi Harun. (csv)

Bagikan