BNPB Kerahkan Helikopter Waterbombing Tangani Karhutla di Samarinda

Rabu, 9 September 2026
Pemkot Samarinda mendapat bantuan helikopter waterbombing dari BNPB untuk penanganan Karhutla di Samarinda dan sekitarnya. (istimewa)

BAIT.ID – Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang memaksa Pemerintah Kota Samarinda memperketat penanganan di lapangan. Satu unit helikopter waterbombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi dioperasikan mulai Selasa, 8 September 2026 melalui Bandara APT Pranoto.​

Langkah ini diambil setelah volume kebakaran semak dan lahan kering melonjak dalam dua pekan terakhir. Rencana modifikasi cuaca yang sempat dikoordinasikan dengan BNPB juga belum bisa berjalan optimal karena minimnya tutupan awan potensial.​

Baca juga  Pemprov Kaltim Putar Otak Atur Pembangunan di APBD 2027

“Sejak awal Karhutla terjadi, Samarinda langsung siaga terhadap potensi dampak kemarau panjang,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia menyebut pengajuan bantuan helikopter ke BNPB menjadi opsi krusial untuk mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau dari darat.​

Pada penerbangan perdana, armada pemadam udara dialokasikan menyisir kawasan Bantuas dengan memanfaatkan air dari kolam bekas tambang (void) setempat. Operasi penerbangan dijadwalkan berlangsung hingga menjelang pukul 18.00 WITA.​

Baca juga  Pantang Kendor! Borneo FC Geber Latihan Malam demi Jaga Takhta di Bulan Ramadan

Andi Harun menegaskan cakupan pemadaman udara tidak terbatas di Bantuas saja, melainkan menyasar seluruh titik rawan di wilayah Samarinda sesuai peta potensi kebakaran. Dalam pelaksanaannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda ditugaskan berkoordinasi intensif dengan BNPB serta unsur TNI-Polri.​

Selain mengandalkan armada udara dan patroli darat, Pemkot Samarinda juga mengimbau partisipasi sektor swasta untuk terlibat aktif menanggulangi dampak kekeringan yang masih membayangi wilayah tersebut. (csv)

Baca juga  Harmoni Seni dan Ekonomi: Saefuddin Zuhri Buka Pekan Muda Restorasi 2025

Bagikan