Gerakan Pangan Murah di Samarinda, Pemkot Ingatkan Harga Harus Lebih Rendah dari Pasaran

Senin, 26 Oktober 2026
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat meninjau gerai pangan murah di Kelurahan Sindang Sari, Sambutan. Langkah ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat. (istimewa)

BAIT.ID – Pemkot Samarinda mengingatkan agar Gerakan Pangan Murah (GPM) benar-benar menawarkan harga di bawah pasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program yang digelar di Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan, Kamis, 22 Oktober 2026 lalu, ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, antusiasme warga terlihat sejak pagi. Masyarakat mendatangi lokasi kegiatan untuk membeli sejumlah bahan pokok yang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau.

Namun, menurut dia, penyelenggaraan GPM harus diikuti dengan selisih harga yang benar-benar menguntungkan konsumen. Jangan sampai program yang dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat justru tidak memberikan perbedaan berarti dibandingkan harga di pasar. “Jangan sampai gerakan pangan di sini harganya malah naik. Kalau ada selisih harga, paling tidak masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” kata Saefuddin saat meninjau kegiatan tersebut.

Baca juga  Perlu Peran Pemerintah, Transmigrasi di Kaltim Butuh Sosialisasi ke Warga Lokal

GPM di Sindang Sari merupakan bagian dari gerakan pangan murah nasional dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026. Kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Di Samarinda, kegiatan dipusatkan di Kantor Kelurahan Sindang Sari, Jalan Karya Bakti. Sejumlah kebutuhan pokok dijual kepada masyarakat, termasuk ikan segar dan ikan beku yang disediakan melalui partisipasi Dinas Perikanan Kota Samarinda.

Baca juga  Krisis Transfer Pusat: Samarinda Genjot PAD dan Tunda Pembayaran Proyek

Saefuddin meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan pelaksana serta warga. Ia berharap harga yang ditawarkan mampu membantu masyarakat mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pangan sehari-hari.

Meski demikian, efektivitas program semacam ini tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bahan pangan murah di satu lokasi. Perbandingan harga dengan pasar dan keterjangkauan bagi masyarakat menjadi aspek penting untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan konsumen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Muhammad Darham, mengatakan GPM menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. “Program ini juga diarahkan untuk mendukung stabilisasi harga pangan,” ucap Darham.

Baca juga  Gerakan Pungut Sampah di SKM, Pemkot Samarinda Ingin Hasil Nyata

Dalam kegiatan itu, Pemkot Samarinda memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra yang berpartisipasi dalam upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan, yakni Perum Bulog, Bank Indonesia, dan Perumda Varia Niaga.

Untuk mengukur dampaknya secara lebih konkret, perbandingan harga komoditas yang dijual dalam GPM dengan harga pasar pada hari yang sama menjadi salah satu indikator penting. Data tersebut dapat menunjukkan sejauh mana program benar-benar membantu menjaga daya beli masyarakat. (csv)

Bagikan