Gerakan Pungut Sampah di SKM, Pemkot Samarinda Ingin Hasil Nyata

Senin, 27 Oktober 2025
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri memastikan bahwa aksi pungut samoah bukan sekadar seremonial belaka. (istimewa)

BAIT.ID – Upaya menjaga Sungai Karang Mumus (SKM) bukan lagi sekadar agenda seremonial tahunan. Pemkot Samarinda ingin memastikan gerakan bersih-bersih sungai benar-benar berdampak bagi kelestarian ekosistem dan kehidupan warga di sekitarnya.

Komitmen itu kembali ditegaskan lewat Gerakan Pungut Sampah Sungai, yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda di bantaran SKM, Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Sabtu 25 Oktober 2025. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peresmian speed boat patroli kebersihan, penebaran benih ikan, dan penuangan ecoenzym untuk memperbaiki kualitas air sungai.

Baca juga  DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Polda dan Gakkum Tuntaskan Kasus Tambang di Lahan KHDTK Unmul

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa gerakan ini bukan seremoni semata, melainkan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam merawat sungai kebanggaan warga Kota Tepian itu.

“Kami ingin sungai bukan hanya bersih dari sampah, tetapi juga kembali menjadi habitat layak bagi ikan dan biota air lainnya. Penebaran benih ikan dan penuangan ecoenzym ini adalah langkah kecil menuju ekosistem yang lebih sehat,” ujarnya.

Baca juga  Saring 306 Usulan Pokir, DPRD Kaltim Prioritaskan Sektor Dasar dan Efisiensi Anggaran

Saefuddin juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang sungai hanya sebagai saluran pembuangan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.

“Semoga kegiatan ini menggugah kesadaran bersama. Dengan adanya speed boat baru, armada kita kini lebih siap melakukan patroli kebersihan dan pengawasan di Sungai Karang Mumus,” tambahnya.

Baca juga  Membedah Gratispol: Ambisi Kaltim Hapus Sekat Ekonomi di Bangku Kuliah

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Samarinda bersama berbagai elemen masyarakat menegaskan komitmennya menjaga SKM agar tetap menjadi nadi kehidupan yang bersih, lestari, dan menjadi kebanggaan warga Samarinda, bukan sekadar simbol dari serangkaian seremoni belaka. (csv)

Bagikan