BAIT.ID – Stadion Segiri bakal kembali jadi saksi upaya keras Borneo FC Samarinda. Skuad Pesut Etam sedang mencari pelampiasan saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League, pada Sabtu, 7 November 2026 sore. Duel kandang ini dipatok sebagai titik balik kebangkitan Pesut Etam untuk kembali merangsek ke jalur persaingan papan atas.​
Penampilan kontras memang tengah melanda armada Pesut Etam. Di panggung kontinental Asia, laju mereka terbilang impresif. Namun, performa Juan Villa dan kolega justru angin-anginan ketika kembali ke kompetisi domestik.
​Padatnya jadwal pertandingan, efektivitas rotasi, tumpulnya taring di sepertiga akhir lapangan, hingga inkonsistensi permainan menjadi PR besar yang harus segera dituntaskan jajaran pelatih.​
Menyadari situasi genting ini, Entrenador Borneo FC, Mauro Jeronimo, langsung menggembleng lini serangnya habis-habisan dalam sesi latihan terakhir. Fokus utama sang juru taktik tertuju pada ketajaman penyelesaian akhir (finishing touch) serta soliditas pengawalan lini belakang.
“Saya melihat tim masih sedikit inkonsisten. Pemain wajib menjaga fokus bertahan dengan baik selama 90 menit penuh. Di Super League, kedisiplinan di setiap laga adalah kunci utama untuk meraih hasil maksimal,” tegas Mauro.
​Pelatih asal Portugal itu juga mengirim sinyal keras kepada seluruh anggota skuadnya. Di bawah komandonya, tidak ada istilah “anak emas”. Status pemain asing berlabel bintang, pemain naturalisasi, usia senior, hingga status pilar lokal sama sekali bukan jaminan garansi tempat di starting line-up.​
Regulasinya sangat transparan: siapa yang paling siap dan paling bugar di rumput hijau, dialah yang berhak turun sejak menit pertama.​ “Kami ingin menegaskan bahwa sepak bola bukan soal umur, kewarganegaraan, status pemain asing, naturalisasi, atau lokal. Siapa pun yang menunjukkan performa terbaik di latihan dan pertandingan, dialah yang layak menjadi starter,” tandasnya. (csv)








