BAIT.ID — Ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah dan lonjakan harga komoditas utama mulai membayangi di Samarinda menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemkot Samarinda terpaksa mengambil langkah mitigasi lebih awal guna menahan laju inflasi dan mencegah kelangkaan bahan pokok di pasar.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dengan Kementerian Dalam Negeri secara virtual pada Selasa, 3 November 2026 lalu, komoditas daging ayam ras disorot sebagai penyumbang inflasi terbesar di Samarinda saat ini. Sementara itu, harga cabai masih tertahan di level tinggi, yakni berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
Tekanan inflasi akhir tahun di Samarinda diprediksi bakal makin berat akibat kombinasi beberapa faktor fundamental. Selain ketergantungan pada daerah pemasok, ancaman cuaca buruk yang mengganggu pasokan hortikultura, hingga gangguan jalur konektivitas dan logistik penerbangan regional turut berpotensi memicu lonjakan harga barang.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyatakan bahwa penanganan harus dilakukan mendesak sebelum permintaan warga memuncak di penghujung tahun. “Menjelang Natal dan Tahun Baru, kami perlu mengantisipasi melonjaknya permintaan dan pergerakan harga kebutuhan pokok. Persiapan harus dilakukan sejak sekarang melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” ujar Saefuddin usai melakukan evaluasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Selain ancaman harga bahan dapur, Pemkot Samarinda juga menyoroti kerentanan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Samarinda yang kian mengular dan mengganggu lalu lintas menjadi preseden buruk yang dikhawatirkan. Apalagi diketahui bersama saat Nataru tiba, mobilitas warga meningkat.
Saefuddin mendesak Pertamina Patra Niaga Samarinda untuk menjamin pasokan BBM, khususnya BBM bersubsidi, agar tidak terjadi kelangkaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Untuk menahan gejolak harga pangan, Pemkot Samarinda kini mengandalkan pergerakan Perumda Varia Niaga Samarinda dalam mengamankan stok daging ayam ras, serta Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan untuk menjaga kestabilan harga cabai dan pasokan pangan impor antar-daerah. (csv)








