BAIT.ID – Borneo FC Samarinda sudah memulai memanaskan mesin menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Skuad berjuluk Pesut Etam resmi memperkenalkan 11 amunisi terbarunya ke publik. Menariknya, seluruh rekrutan anyar tersebut langsung turun ke lapangan untuk menjalani sesi latihan perdana di Stadion Segiri, Samarinda, pada Senin, 20 Juli 2026 sore.
Langkah agresif Borneo FC di bursa transfer kali ini ditandai dengan perombakan signifikan di sektor legiun asing. Guna menambal lubang yang ditinggalkan pilar musim lalu, manajemen mendaratkan enam pemain impor berkualitas.
Di lini pertahanan, duet kokoh asal Brasil, Cristian Matheus dan Iago Mendonça, didapuk menjadi tembok baru. Sektor tengah hadir Gabriel Oliveira (Brasil), sementara daya dobrak lini serang kini bertumpu pada kecepatan N’Goma Kablan (winger/Prancis), ketajaman Rodrigo Varanda (penyerang/Brasil), serta insting gol Rubén López Huesca alias Rubio (penyerang/Spanyol).
Tidak hanya mengandalkan talenta luar negeri, tim kebanggaan Kota Samarinda ini juga memperkuat barisan lokal dengan memulangkan dua wajah lama yang sudah tidak asing bagi publik Segiri, yakni penjaga gawang M. Ridho dan bek sayap Rifat Marasabessy. Kekuatan domestik ini kian lengkap dengan kehadiran tiga nama potensial: Darmawan, Rakasurya, dan eks bek Arema FC, Achmad Figo.
Kehadiran seluruh rekrutan baru dalam sesi latihan perdana disambut positif oleh Manajer Borneo FC, Dandri Dauri. Menurutnya, latihan awal ini menjadi momentum krusial untuk membangun kedekatan (chemistry) dan menanamkan nilai-nilai filosofu klub kepada para pemain baru.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa lihat langsung para pemain, baik yang lama maupun yang baru bergabung. Saya juga ingin langsung bersilaturahmi dan saling mengenal. Harapan saya, kami bisa berbicara dari hati ke hati mengenai seperti apa Borneo FC,” ujar Dandri saat ditemui di sela-sela latihan.
Menanggapi berbagai spekulasi dan dinamika di kalangan suporter terkait aktivitas transfer musim ini, Dandri menegaskan bahwa lapangan hijau adalah tempat pembuktian sesungguhnya. Terlebih, Borneo FC akan dihadapkan pada jadwal padat dengan mengarungi empat kompetisi sekaligus pada musim ini.
“Apa pun dinamika yang timbul di masyarakat akan dijawab oleh prestasi nanti. Empat kompetisi yang akan datang menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami bersama. Karena itu kami harus punya kekuatan, keyakinan, dan dukungan, karena modal terbesar Borneo FC selama ini adalah dukungan dari suporter,” pungkas Dandri optimistis. (csv)








