BAIT.ID – Efisiensi akibat defisit anggaran memaksa Pemprov Kaltim memangkas secara drastis program Gratispol, khususnya pada sektor perjalanan rohani. Program unggulan yang menyasar para penjaga rumah ibadah ini mengalami penurunan kuota yang sangat signifikan pada tahun anggaran ini.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemprov Kaltim, Dasmiah, mengakui pihaknya harus memutar otak agar program ini tidak mati total di tengah keterbatasan anggaran. Saking peliknya situasi keuangan, program ini bahkan belum bisa dieksekusi hingga pertengahan tahun.
”Bahkan tahun ini, program itu juga belum berjalan. Itu masih jadi pekerjaan rumah kami,” ujar Dasmiah saat dikonfirmasi, Senin 13 Juli 2026 siang.
Dasmiah merincikan penurunan tajam tersebut. Pada tahun lalu, Pemprov Kaltim berhasil memberangkatkan 870 orang untuk melakukan perjalanan rohani. Namun tahun ini, angka tersebut menyusut hingga menyisakan 14 kuota saja.
Padahal, Biro Kesra sempat mengajukan usulan rasionalisasi agar kuota yang diberangkatkan minimal setengah dari jumlah tahun lalu. Namun, ketatnya ikat pinggang anggaran memupuskan rencana tersebut.
“Tetapi keputusan akhir hanya 14 orang saja yang diberangkatkan secara keseluruhan,” tuturnya.
Lebih jauh, Dasmiah membeberkan alasan logis di balik pencoretan massal kuota ini. Menurutnya, program perjalanan rohani dinilai memiliki dampak yang cenderung personal, bukan untuk kepentingan publik yang lebih luas. Berbeda dengan klaster program Gratispol lainnya yang menyentuh hajat hidup orang banyak.
“Karena di program lain (seperti bantuan beasiswa atau pembangunan infrastruktur) masih berjalan dan tidak ada pengurangan sama sekali,” sebut Dasmiah.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mempertegas kebijakan tidak populer tersebut. Ia memastikan pemotongan volume kuota ini merupakan konsekuensi logis dari skema efisiensi yang sedang diterapkan pemprov.
“Itu merupakan pilihan yang harus kami lakukan ketika program efisiensi dilaksanakan, sehingga kami melakukan pengurangan volume,” pungkas Sri Wahyuni. (csv)








