Kemunculan Bendera Borneo Raya di Flyover Samarinda Resahkan Warga, Pemprov Kaltim Minta Jaga Keutuhan NKRI

Senin, 17 Agustus 2026
Hasil tangkap layar dari media sosial yang memperlihatkan deretan spanduk protes dan bendera Borneo Raya di Flyover Samarinda. (istimewa)

BAIT.ID — Kemunculan bendera “Borneo Raya” beserta spanduk berisi nada kritik di flyover, Samarinda, mengejutkan warga pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi. Atribut berwarna merah, kuning, dan biru yang dipasang di bawah bendera Merah Putih tersebut juga disertai dengan spanduk yang menyuarakan isu ketidakadilan sosial sebelum akhirnya ditertibkan pihak berwenang.

Pemasangan atribut tersebut pertama kali terdeteksi sekitar pukul 08.00 WITA di sisi turunan flyover menuju Jalan Juanda, Kadrie Oening, dan AW Sjahranie. Foto serta video aksi tersebut diunggah dan disebarkan oleh akun Instagram @mahasiswamelawan.co.

Baca juga  Geo Park Baru di Kaltim, Tinggal Tunggu Penilaian Tahun Depan

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan pentingnya menjaga komitmen keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan bahwa Kaltim selama ini dikenal kondusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme.

“Kalimantan Timur ini adalah salah satu provinsi yang sama sekali belum pernah meneriakkan kata merdeka. Kami berharap masyarakat bersama-sama memastikan NKRI harga mati, serta Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara,” ujar Seno Aji di sela peringatan HUT ke-81 RI di Samarinda, Senin pagi.

Baca juga  Menteri ATR/BPN Siap Tertibkan Lahan Plasma, Banyak Perusahaan Sawit Masih Langgar Aturan

Seno mengonfirmasi bahwa bendera dan spanduk tersebut telah diturunkan oleh aparat gabungan bersama masyarakat tak lama setelah ditemukan. Berdasarkan pantauan di lokasi, area flyover sudah bersih dari seluruh atribut tersebut sejak pukul 11.00 WITA.

Terkait pelaku pemasangan, Seno mengakui pihak berwenang belum menemukan identitas oknum yang bertanggung jawab. Saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan keberadaan massa atau kelompok yang mengawal spanduk tersebut. “Di lokasi tidak ada orang, sehingga belum ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban. Mereka sekadar memasang saja,” jelasnya.

Baca juga  Banggar Siap Bahas Ulang APBD 2026, Imbas Pemotongan Dana Bagi Hasil

Ia menambahkan, fenomena simbol Borneo Raya sebelumnya sempat terdengar di wilayah Kalimantan Barat, namun baru pertama kali muncul di Kaltim. Pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyikapi peringatan hari kemerdekaan dengan fokus pada pembangunan daerah. (csv)

Bagikan