BAIT.ID – Pemkot Samarinda meminta Perumda Varia Niaga tidak mengabaikan sektor usaha pangan. Kendati lini bisnis inti tersebut masih mencatatkan kerugian, peran stabilitas pangan dinilai vital bagi ekonomi daerah.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan dalam evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bahwa keuntungan Varia Niaga saat ini justru didorong oleh ekspansi bisnis di luar sektor pangan. Salah satu penopang utamanya adalah jasa tunda dan pandu (assist) kapal di Sungai Mahakam.
“Kami minta jangan tinggalkan usaha dagang pangan, walau saat ini posisinya minus akibat ekspansi ke luar,” ujar Marnabas usai rapat evaluasi, Jumat, 7 Agustus 2026.
Marnabas menegaskan, Perumda Varia Niaga mengemban dua fungsi utama, yakni sebagai entitas bisnis pencari laba sekaligus pengemban misi sosial daerah. Dalam hal ini, perdagangan pangan menjadi instrumen penting Pemkot Samarinda untuk menekan laju inflasi.
Ia mencontohkan kinerja gerai Bebaya Mart di kawasan Jalan Antasari yang belum membukukan laba. Menurutnya, minimnya promosi dan penanda usaha yang memadai membuat keberadaan gerai tersebut belum dikenal luas oleh masyarakat. Selain evaluasi gerai Antasari, ia mendorong gerai Bebaya Mart di Jalan Perjuangan agar segera dioperasikan.
“Sektor pangan ini yang membesarkan nama Varia Niaga hingga diakui dalam pengendalian inflasi tingkat nasional. Sekecil apa pun usaha pangan, itu adalah identitas perusahaan yang harus diperkuat, bukan ditinggalkan,” tegasnya.
Ia mengingatkan manajemen agar konsisten mengelola potensi bisnis yang ada secara optimal. Ekspansi ke sektor lain dinilai positif, namun tidak boleh mengorbankan pilar utama yang menyangkut hajat hidup masyarakat. (csv)








