BAIT.ID โ Pergerakan agresif langsung diambil manajemen Borneo FC menjelang bergulirnya kompetisi musim baru. Tak tanggung-tanggung, klub kebanggaan masyarakat Samarinda ini melakukan perombakan skuad secara masif. Melalui rilis resmi di akun Instagram klub, sejumlah pilar penting musim lalu dipastikan resmi angkat kaki dari Stadion Segiri.
Langkah radikal ini diambil tak lama setelah manajemen Pesut Etam menyudahi kerja sama dengan juru taktik asal Brasil, Fabio Lefundes, beserta seluruh jajaran staf teknisnya.
Borneo FC tampaknya ingin membuka lembaran baru secara total. Gelombang kepergian pertama diawali oleh barisan pemain yang habis masa pinjamannya. M. Khanafi resmi dikembalikan ke Persik Kediri, Cleyton Santos mudik ke Persis Solo, dan bek sayap Ardi Idrus kembali ke pangkuan Bhayangkara FC.
Tak berhenti sampai di situ, sektor penjaga gawang juga kena imbas setelah dua kiper pelapis, Syahrul Trisna dan Daffa Fasya, dipastikan dilepas. Di lini belakang, tembok kokoh asal Burundi, Christophe Nduwarugira, serta bek muda Alfharezzi Buffon juga harus menyudahi masa bakti mereka.
Kreativitas lini tengah dipastikan bakal berubah total musim depan. Nama-nama beken seperti Mohammed Anez (Suriah), motor serangan asal Jepang Kei Hirose, serta dua gelandang lokal Ahmad Agung dan Iksanul Zikrak, resmi tidak diperpanjang kontraknya.
Sektor juru gedor pun tak luput dari evaluasi total. Dua legiun asing, Kaio Nunes (Brasil), serta striker asal Spanyol, Koldo Obieta, dipastikan masuk dalam daftar bersih-bersih manajemen.
Dari sekian banyak nama yang angkat koper, kepergian Alfharezzi Buffon menjadi pukulan paling telak sekaligus mengejutkan bagi publik Samarinda. Wonderkid Pesut Etam ini sejatinya digadang-gadang sebagai aset masa depan klub setelah tampil spartan mengawal lini pertahanan dan sukses menambal kekosongan yang ditinggalkan Fajar Faturrahman musim lalu.
Kepergian para bintang ini langsung memanaskan rumor bursa transfer. Skuad promosi, Garudayaksa, dikabarkan siap menampung duet muda Buffon dan Daffa Fasya. Sementara itu, Ikhsanul Zikrak disebut-sebut masuk dalam radar perburuan Persebaya Surabaya. Tak kalah menarik, Christophe Nduwarugira diisukan bakal bereuni dengan mantan arsitek Borneo FC, Pieter Huistra, yang kini menukangi PSS Sleman.
Eksodus besar-besaran ini membuat komposisi legiun asing Borneo FC dalam kondisi ‘lampu kuning’. Saat ini, Pesut Etam hanya menyisakan empat nama asing di skuad mereka. Kini hanya tersisa nama, Juan Fellipe Villa, Caxambu, Mohammed Baker Alhusseini, serta Marcos Astina. Situasi bisa semakin pelik mengingat penyerang sayap, Mariano Peralta, kini santer dikaitkan dengan raksasa ibu kota, Persija Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Borneo FC masih memilih “tiarap” dan menutup rapat keran informasi mengenai siapa saja amunisi baru yang akan didatangkan untuk menambal lubang menganga di dalam skuad. Pusamania kini hanya bisa menanti manuver cerdik manajemen di lantai bursa demi memastikan tim kesayangan mereka tetap menjadi penantang gelar yang disegani musim depan. (csv)








