Jaga Stabilitas Pangan Jelang Imlek dan Ramadan, Pemkot Samarinda Sisir Distributor hingga Pasar

Jumat, 13 Februari 2026
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri memantau harga bahan pokok di beberapa pasar tradisional Samarinda. (istimewa)

BAIT.ID – Menjelang musim puncak konsumsi masyarakat pada perayaan Imlek dan Ramadan 1447 H, Pemkot Samarinda mulai pasang kuda-kuda. Mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik distribusi pada Kamis, 12 Februari 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa rantai pasok dari hulu ke hilir tetap aman, sehingga warga tidak perlu was-was akan kelangkaan barang.

Rombongan sidak membidik titik pertama adalah UD Dermaga di Jalan Yos Sudarso. Di gudang grosir ini, tim memelototi pergerakan harga dasar sebelum barang menyentuh tangan pengecer. Setelah itu tim bergeser ke SPBU Urip Sumoharjo untuk memastikan stok BBM tetap stabil. Kelancaran distribusi energi dianggap krusial karena sangat berdampak pada biaya transportasi logistik bahan pokok.

Baca juga  DPD Gerindra Kaltim Matangkan Persiapan Rakerda, Susun Arah Baru Organisasi

Perjalanan berlanjut ke Indogrosir di Jalan A.W. Syahranie. Di sini, pengecekan dilakukan lebih mendalam, terutama pada komoditas beras. Bukan cuma soal harga, kualitas beras hingga akurasi timbangan tak luput dari pemeriksaan petugas.

Setelah memastikan stok pangan aman, tim bergerak memantau distribusi gas melon di Pangkalan LPG Toko Harapan, Jalan Dr. Soetomo, guna meminimalisir potensi kelangkaan gas rumah tangga saat warga mulai sibuk menyiapkan hidangan Ramadan.

Baca juga  Revitalisasi Pasar Galunggung Dilaksanakan Bertahap

Puncak sidak berakhir di Pasar Segiri sekitar pukul 11.00 Wita. Sebagai urat nadi pangan Samarinda, harga bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, dan jahe di pasar ini menjadi indikator nyata kondisi pasar di lapangan.

Wakil Wali Kota, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa rangkaian sidak ini adalah upaya preventif untuk menjinakkan inflasi. “Kami tidak ingin kecolongan dengan lonjakan harga yang tidak wajar atau praktik penimbunan. Fokus kami adalah memastikan barangnya ada dan harganya masuk akal bagi warga,” tegasnya.

Baca juga  Pasar Pagi Samarinda Bersiap Beroperasi, Pemerintah Tata Ulang Jalan Gajah Mada

Data dari lapangan ini nantinya akan digodok oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menentukan langkah selanjutnya, agar daya beli warga Samarinda tetap terjaga hingga Idulfitri mendatang. (csv)

Bagikan