DPRD Kaltim Desak Pemkab Kukar Segera Mobilisasi Jembatan Bailey ke Marangkayu

Rabu, 25 Maret 2026
Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu yang juga berasal dari Dapil Kutai Kartanegara.

BAIT.ID – Kondisi Jembatan Marangkayu di Kampung Kutai Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kian kritis. Infrastruktur berbahan kayu yang dibangun sejak era 1980-an tersebut kini dalam kondisi nyaris roboh, memicu kekhawatiran akan keselamatan warga yang melintas di atas arus sungai yang deras.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menegaskan bahwa penanganan darurat tidak bisa lagi ditunda. Meski sempat mendapatkan perbaikan sementara dari perusahaan migas Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), struktur jembatan dinilai tetap tidak layak dan berisiko tinggi bagi mobilitas masyarakat.

Baca juga  Drainase Sekitar Pasar Pagi Dibenahi, Wali Kota Minta Kualitas Jadi Prioritas

“Jembatan ini sudah hampir runtuh. Walaupun ada perbaikan sifatnya hanya tambal sulam dan sementara. Padahal di bawahnya sungai berarus deras. Sangat berbahaya jika tiba-tiba roboh saat warga melintas,” ujar Baharuddin, Selasa 24 Maret 2026.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Kukar telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kaltim untuk meminjam satu unit Jembatan Bailey yang saat ini berada di Tenggarong.

Jembatan rangka baja portabel ini dipandang sebagai solusi paling rasional untuk menggantikan fungsi jembatan kayu gantung yang sudah berumur puluhan tahun tersebut, sebelum pembangunan permanen dilakukan. Baharuddin mengungkapkan bahwa permohonan resmi dari Dinas PU Kukar telah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Baca juga  Wagub Kaltim Minta Kajian Menyeluruh soal Penyebab Banjir di Kutim dan Berau

“Provinsi sudah menyetujui peminjaman Jembatan Bailey tersebut. Tantangan utamanya sekarang adalah proses mobilisasi material jembatan ke lokasi di Kampung Ilir. Ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kukar,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan Kukar ini.

Urgensi penanganan ini bukan tanpa alasan. Jembatan Marangkayu merupakan urat nadi bagi warga, khususnya petani hortikultura di wilayah Santan Ulu dan sekitarnya. Tanpa jembatan yang layak, distribusi hasil bumi dan akses mobilitas harian warga dipastikan lumpuh.

Baca juga  Komisi III DPRD Kaltim Desak KPC Segera Urus Persetujuan Tukar Guling Jalan Nasional

Pihak legislatif kini mendesak pemerintah daerah untuk bergerak cepat mengeksekusi pengiriman dan pemasangan Jembatan Bailey tersebut. “Rakyat sudah cukup lama menyuarakan keresahan ini. Kita semua berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti secara teknis di lapangan sebelum terjadi musibah yang tak diinginkan,” pungkas Baharuddin. (csv)

Bagikan