Singgung Nama Hashim Djojohadikusumo, Pernyataan Gubernur Rudy Mas’ud Tuai Protes Keras Kader Gerindra

Sabtu, 25 April 2026
Salah satu kader Gerindra, Sabaruddin Panrecalle yang menyampaikan otokritik terhadap pernyataan Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu.

BAIT.ID – Atmosfer politik di Kaltim makin memanas menyusul pernyataan Gubernur Rudy Mas’ud yang membandingkan struktur Tim Ahli Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) dengan hubungan kerja Presiden Prabowo Subianto dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Pernyataan tersebut dinilai tidak etis dan memicu reaksi keras dari internal Partai Gerindra.

Ketegangan ini bermula saat Rudy Mas’ud memberikan klarifikasi terkait polemik penunjukan adik kandungnya, Hijrah Mas’ud, sebagai Wakil Ketua TAGUPP. Rudy berdalih bahwa penunjukan tersebut merupakan hak prerogatif dan memerlukan sosok yang dipercaya secara personal untuk menangani isu-isu privasi.

Baca juga  Jaga Stabilitas Birokrasi, Wali Kota Samarinda Segera Isi Kekosongan Jabatan Strategis

“Apa bedanya Pak Hashim yang dipercayakan Pak Prabowo? Itu hak prerogatif,” ujar Rudy dalam sesi bincang santai di Hotel Atlit, Kamis 24 April 2026 sore.

Bendahara DPD Partai Gerindra Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, secara terbuka menyatakan keberatannya atas analogi yang digunakan sang Gubernur. Menurutnya, membandingkan tata kelola pemerintahan daerah dengan simbol negara adalah kekeliruan logika yang mendasar.

Sabaruddin menegaskan bahwa posisi Presiden sebagai simbol negara tidak bisa dijadikan pembanding (apple to apple) dalam urusan domestik pemerintahan provinsi. Ia mengingatkan agar Gubernur lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan publik agar tidak menciptakan kegaduhan yang tidak perlu.

Baca juga  Aulia Rahman Basri Dilantik, Kukar Resmi Punya Bupati Baru

Apalagi ia menilai masyarakat sedang mengawasi gaya kepemimpinan ini, dan pernyataan Rudy dianggap telah mengusik sensitivitas kader partai berlambang kepala garuda tersebut.

Senada dengan Sabaruddin, kader muda Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, turut melontarkan kritik tajam. Ia menyoroti urgensi peran Hijrah Mas’ud di TAGUPP yang dianggap melampaui batas fungsional organisasi perangkat daerah.

Menurut Afif, pelibatan keluarga inti dalam struktur strategis pemerintahan berpotensi mengerdilkan peran birokrat struktural, seperti, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda) dan juga Asisten Sekda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Peran tersebut (Hijrah Mas’ud) seolah meniadakan fungsi para pejabat definitif yang secara konstitusional seharusnya mendampingi atau menggantikan peran Gubernur dalam agenda-agenda penting,” tegas Afif.

Baca juga  Gubernur Kaltim Minta Serapan Anggaran Maksimal di Akhir Tahun, Ingatkan OPD Tak Menunda Pekerjaan

Diketahui, penunjukan Hijrah Mas’ud dalam jajaran TAGUPP memang tengah menjadi sorotan publik terkait isu dinasti politik dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Dengan adanya singgungan terhadap keluarga Presiden, gesekan antara Partai Golkar Kaltim (yang diketuai Rudy) dan Partai Gerindra diprediksi akan terus bergulir dalam beberapa waktu ke depan. (csv)

Bagikan