Pemkot Samarinda Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Kampung Tenun dan Lambung Mangkurat

Rabu, 10 Juni 2026
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memimpin rapat penataan kawasan kumuh di Kota Tepian. (istimewa)

BAIT.ID – Pemkot Samarinda tengah fokus menangani kawasan kumuh di dua titik strategis, yakni Kampung Tenun dan kawasan Waterfront City Lambung Mangkurat. Dalam rapat pembahasan di Balai Kota Samarinda, akhir bulan lalu. Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menunjukkan hasil kerja berbasis data yang konkret di lapangan.​

“Kalau bicara pembangunan, ukurannya adalah hasil dan angka. Setiap OPD harus mampu menunjukkan kontribusi nyata terhadap penurunan kawasan kumuh, peningkatan kualitas lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Harun.

Baca juga  Sasar Celah Regulasi, LBH Samarinda Siap Gugat Program UKT Gratis Pemprov Kaltim

Di samping itu, Andi Harun juga mengingatkan jajarannya untuk adaptif terhadap tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional. Menurutnya, program penataan harus disusun secara realistis dan tepat sasaran demi menjaga kesehatan APBD kota.​ “Kita harus hati-hati menjaga APBD agar tetap sehat. Prioritas kita adalah memastikan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap berjalan,” tambahnya.​

Berdasarkan data teknis dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Samarinda, luasan kawasan kumuh di kota ini mengalami penurunan. Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Samarinda, Ronny Surya, memaparkan bahwa berdasarkan SK Wali Kota Tahun 2020, luas kawasan kumuh tercatat 70,51 hektare, dan saat ini berkurang menjadi 26,83 hektare.​

Baca juga  Skema Bertahap, Pemkot Samarinda Komitmen Lunasi Utang Proyek Rp400 Miliar di 2026

Kendati demikian, Kampung Tenun masih menjadi salah satu tantangan besar. Kawasan tersebut saat ini menyisakan 5,73 hektare lahan kumuh, terutama di wilayah sempadan sungai. “Kondisinya di lapangan mayoritas bangunan masih berupa rumah kayu non-permanen, dengan sanitasi yang buruk, serta masuk dalam zona rawan banjir dan kebakaran,” ungkapnya.​

Terkait rencana penataan, Pemkot Samarinda mengeklaim tidak akan menghilangkan identitas Kampung Tenun sebagai pusat budaya dan ekonomi kreatif. Konsep yang disiapkan adalah hunian terintegrasi dengan ruang usaha masyarakat.​

Baca juga  Jaga Stabilitas Pangan Jelang Imlek dan Ramadan, Pemkot Samarinda Sisir Distributor hingga Pasar

Ronny menambahkan, desain penataan direncanakan bakal mengadopsi karakter arsitektur lokal yang memadukan unsur budaya Kutai dan Bugis. Melalui program ini, Pemkot Samarinda menargetkan kawasan Kampung Tenun dan Waterfront City Lambung Mangkurat dapat beralih fungsi menjadi permukiman sehat yang berbasis pada daya tarik wisata budaya. (csv)

Bagikan